Home »

Bisnis

» Mikro

Garap Bisnis Distro, Hijabers Cantik Ini Raih Omzet Jutaan Per Bulan

Mendirikan toko pakaian distro dengan label Eristro di Daya Grand Square, Nurul kini punya pelanggan tetap.

Garap Bisnis Distro, Hijabers Cantik Ini Raih Omzet Jutaan Per Bulan
TRIBUN TIMUR/NURUL ADHA ISLAMIAH
Nurul Hikma Amalia Arsyad 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Usia muda bukan berarti tak bisa mencapai kesuksesan. Nurul Hikma Amalia Arsyad membuktikan, di usianya yang masih muda, 19 tahun, dia mampu meraup omzet jutaan rupiah sebulan dari usaha distro yang digarapnya dua tahun belakangan.

Kata distro alias distribution outlet tentu sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Toko pakaian jenis ini masih eksis hingga sekarang lantaran masih menjadi kiblat fashion anak muda di hampir semua kota besar.

Baca: Kisah Sukses Owner Distro Chambers Dimulai dari Door to Door

Bahkan, tidak sedikit anak muda yang sukses menjadi juragan distro ini, salah satunya adalah Nurul Hikma.

Mendirikan toko pakaian distro dengan label Eristro di Daya Grand Square, Nurul kini punya pelanggan tetap. Mulai pelajar hingga dewasa.

Baca: Distro Jollorock Bulukumba, Dimintai Pelajar Hingga Perantau

"Eristro merupakan nama adik laki-laki saya. Sejak awal kuliah dibimbing bisnis oleh ayah. Sekarang sudah mandiri. Keinginan awal menggarap bisnis baju distro karena melihatnya sangat potensial. Teman-teman juga sering berburu baju distro, jadi saya berpikir kenapa tidak buka usaha saja," katanya saat ditemui Tribun Timur, Rabu (19/4/2017).

Produk baju distro yang ditawarkannya kepada pelanggan didatangkan dari Jakarta. Setiap pekan mengupdate koleksi terbaru dengan beragam tema dan warna.

Meskipun sudah dua tahun merintis bisnis distro, anak ketiga dari lima bersaudara ini menghadapi banyak tantangan.

Menurutnya, tantangan berbisnis baju distro untuk cowok tidak seberat berjualan pakaian wanita. Meskipun setiap pekan selalu ada produk terbaru, stok lama masih diminati dan laris manis. Berbeda dengan kaum hawa yang sangat pemilih dan selalu ingin ikut tren.

Tantangan lain yang dihadapinya yaitu sering di-PHP calon pelanggan. Setelah membongkar barang namun tidak jadi membeli dengan beragam alasan.

Memaknai Hari Kartini, gadis kelahiran 20 April 1996 ini mengaku termotivasi menjadi perempuan mandiri dengan semangat juang yang tinggi. Diimplementasikan melalui usaha industri kreatif.

Kemudian bertekad menjadi seorang perempuan pebisnis dengan karakteristik wirausaha jujur, inovatif dan kreatif. (*)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help