TribunTimur/

Ayah Pemerkosa dan Tikam Anak di Toraja Divonis 20 Tahun, JPU Ajukan Banding

Pada sidang pemeriksaan terdakwa, Usman mengaku menikam anaknya karena menolak mengambil ijazah sekolah.

Ayah Pemerkosa dan Tikam Anak di Toraja Divonis 20 Tahun, JPU Ajukan Banding
yultin rante/tribuntoraja.com
Kantor Kejari Makale, Tana Toraja, Sulsel, Minggu (31/1/2016) 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding atas putusan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Makale, Tana Toraja.

Dalam persidangan putusan kasus pemerkosaan dan penikaman Usman Sokko (40) terhadap anaknya sendiri, Hermianti Tallo’ (18), majelis hakim menjatuhkan vonis 20 tahun penjara.

Vonis itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Wempy J Duka, di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Makale, Tana Toraja, Rabu (19/4/2017) siang.

"Pak Abu Pantandean sebagai JPU sudah melaporkan akan lakukan banding terhadap putusan hakim ituu," kata Kepala Seksi Intelejen Kejari Tana Toraja, Amri Kurniawan, kepada TribunToraja.com.

Baca: Ditikam Ayahnya Sendiri, Hermianti Kritis di RS Elim Rantepao Toraja Utara

JPU menuntut Usman untuk dihukum mati atas perbuatannya kepada anak kandungnya sendiri.

Pada sidang pemeriksaan terdakwa, Usman mengaku menikam anaknya karena menolak mengambil ijazah sekolah.

Namun saat dicecar pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Usman mengakui sering mencabuli putrinya itu.

"Banding dilakukan JPU, karena motifnya disengaja terdakwa membunuh anaknya," ujar Amri.

Baca: Hermianti, Gadis Toraja yang Ditikam Ayah Kandungnya Meninggal Dunia

Akibat penikaman itu, korban yang baru tamat SMA itu menderita tiga luka tusukan, masing-masing dua di dada kanan dan satu di lengan.

Korban Hermianti sempat dirawat di RS Elim Rantepao kurang lebih tiga minggu.

Nyawanya tidak bisa tertolong dan meninggal dunia pada Jumat, 23 September 2016.(*)

Penulis: Yultin Rante
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help