TribunTimur/

Istri Anggota DPRD Toraja Utara Disebut Ikut Nikmati Dana Korupsi di BKP

Mantan Kepala Bagian Sarana dan Prasarana BKP Toraja Utara dusebut menerima uang hasil korupsi senilai Rp 400 juta.

Istri Anggota DPRD Toraja Utara Disebut Ikut Nikmati Dana Korupsi di BKP
Dok Tribun
ilustrasi

TRIBUNTORAJA.COM, TALLUNGLIPU - Kejaksaan Negeri Cabang (Kacabjari) Rantepao mengendus keterlibatan istri anggota DPRD Toraja Utara dalam kasus korupsi dana penyuluh pertanian di Badan Ketahanan Pangan Toraja Utara.

Indikasi itu muncul berdasarkan keterangan tersangka Yohanes Palamba yang juga mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Toraja Utara.

"Tersangka Yohanes Palamba mengakui keterlibatan kepala bagiannya yang juga istri anggota DPRD Toraja Utara ikut nikmati aliran dana dalam kasus itu," kata Kepala Kejaksaan Negeri Cabang (Kacabjari) Rantepao, Abdul Rahman, kepada TribunToraja.com, Selasa (18/4/2017) siang.

Baca: Mantan Kepala BKP Toraja Utara Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor Makassar Pekan Depan

Mantan Kepala Bagian Sarana dan Prasarana BKP Toraja Utara dusebut menerima uang hasil korupsi senilai Rp 400 juta.

"pekan depan dijadwalkan sidang pertama," ujar Rahman.

Yohanes P yang akan dilantik menjadi Asisten III Pemkab Bogenviel, Papua, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya saat bertugas di Pemkab Toraja Utara.

Baca: Giliran Bupati Jeneponto Hadirkan Jadi Saksi Korupsi Dana Aspirasi

Anggaran senilai Rp 1,6 miliar dalam item kegiatan pemanfaatan pekarangan rumah di APBD tahun 2013 inilah yang dikorupsi oleh tersangka, yang diakui dikorupsi berjamaah.

Nilai kerugian negara mencapai Rp 850 juta.

Dana bagi penyuluh pertanian untuk 111 desa di Toraja Utara yang seharusnya diterima Rp 15 juta per penyuluh desa.

Namun, nyatanya di lapangan, para penyuluh hanya mendapatkan Rp 7 juta per desa.(*)

Penulis: Yultin Rante
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help