Home »

Bisnis

» Mikro

Investasi di Sulsel, Pengusaha Saudi Gaet Bos Travel Makassar

Merupakan eks pimpinan di Aramco Oil Co atau Saudi Aramco dan tertarik mengembangkan ekspansi bisnis diberbagai sektor

Investasi di Sulsel, Pengusaha Saudi Gaet Bos Travel Makassar
TRIBUN TIMUR/NURUL ADHA ISLAMIAH
Pengusaha Sulsel, A Muh Wadi, yang juga Owner sekaligus Presiden Direktur Al Buruj Travel. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pengusaha Arab Saudi akan menanamkan investasi disejumlah daerah di Sulawesi termasuk Sulawesi Selatan (Sulsel). Dengan menggaet pengusaha Sulsel, A Muh Wadi, yang juga Owner sekaligus Presiden Direktur Al Buruj Travel.

Keduanya mendirikan perusahaan baru PT Arabco Mine International untuk memuluskan investasi sektor pertambangan, energi, industri smelter, properti, dan lainnya, di wilayah ini.

Baca: Kini Indonesia Bisa Jualan Avtur dan Bangun Rumah Sakit di Arab Saudi

Wadi yang mengatrol 40 persen perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan energi ini dipercaya menjadi direktur utama (dirut). Sedangkan, investor asing menguasai 60 persen saham PT Arabco.

“Beliau (investor) ini merupakan eks pimpinan di Aramco Oil Co atau Saudi Aramco dan tertarik mengembangkan ekspansi bisnis diberbagai sektor. Tapi pihak asing tidak bisa memiliki sepenuhnya saham yang ditanamkan. Jadi ada pembagian,” kata Wadi kepada Tribun Timur, di kantor Al Buruj Travel, Jl Boulevard, Makassar, Selasa (17/4/2017).

Baca: Raja Salman Datang, Pengusaha Saudi Gandeng Alburuj Dirikan Perusahaan Baru

Dari pertemuan itu, investor siap berinvestasi. Pada tahap awal, investasinya mencapai Rp 30 miliar. Salah satu yang mulai berjalan yakni tambang batu split atau batu pecah di Luwu Timur (Lutim) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan infrastruktur termasuk pembangunan bendungan.

Batu jenis ini merupakan bahan campuran utama beton cor konstruksi hingga menjadi dasar badan jalan. Investasi tambang ini berkisar Rp 5 miliar.

“Yang sudah berjalan di daerah Luwu Timur. Saat ini, sedang pembangunan objek konstruksi. Alat beratnya sudah dikirim. Salah satunya crusher atau alat pemecah batu,” ujarnya. (*)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help