TribunTimur/

Kepala DPMPTSP Enrekang: Usaha Sarang Burung Walet Langgar Izin Pemanfaatan Gedung

Meskipun demikian, Harwan menjelaskan, memang belum ada regulasi khusus terkait penangkaran burung walet.

Kepala DPMPTSP Enrekang: Usaha Sarang Burung Walet Langgar Izin Pemanfaatan Gedung
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Kepala Dinas Penananman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Enrekang, Harwan Sawati 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Menjamurnya usaha sarang burung walet di Kota Enrekang, mendapat perhatian khusus dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Enrekang.

Hal itu dikarenakan usaha sarang burung walet dianggap melanggar izin pemanfaatan gedung.

"Sampai saat ini kami belum pernah terima izin usaha untuk burung walet," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Enrekang, Harwan Sawati kepada TribunEnrekang.com, di kantornya, Senin (17/4/2017).

"Jadi jika saat mereka urus izin mendirikan bangunan itu untuk rumah tinggal, padahal digunakan untuk burung walet itu jelas melanggar izin pemanfaatan gedung," Harwan menambahkan.

Meskipun demikian, Harwan menjelaskan, memang belum ada regulasi khusus terkait penangkaran burung walet.

"Kita belum bisa bicara terlalu banyak, karena belum ada regulasi baik dalam bentuk Perda ataupun Perbup," ujar Harwan.

Dia berharap, usaha burung walet dibuatkan regulasi khusus, agar jelas status perizinannya.

Baca: Putri Legislator PAN Enrekang Ini Usaha Burung Walet, Omset hingga 200 Juta

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help