Siswa Sekolah Minggu Berburu1604 Telur di Halaman Gereja Toraja Utara

Para siswa hanya mengandalkan cahaya dari obor saat mencari telur di halaman gereja.

Siswa Sekolah Minggu Berburu1604 Telur di Halaman Gereja Toraja Utara
yultin/tribuntoraja.com
Siswa Sekolah Minggu Geraja Toraja mencari 1604 butir di halaman gedung Gereja Toraja Jemaat Rantepao, Toraja Utara, Minggu (16/4/2017) dini hari. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Siswa Sekolah Minggu Geraja Toraja mencari 1604 butir di halaman gedung Gereja Toraja Jemaat Rantepao, Toraja Utara, Minggu (16/4/2017) dini hari.

Para siswa hanya mengandalkan cahaya dari obor saat mencari telur.

"Senang sekali kami, bangun subuh, bawa obor, dapat juga satu butir," kata Siswa Sekolah Minggu, Vivi, kepada TribunToraja.com, saat mencari telur paskah.

Menurut Pusat Sastra dan Kebudayaan Anak-anak Universitas Florida, penggunaan telur dan kelinci saat Paskah sudah ada sejak abad ke-13, ketika Jerman masih menyembah dewa dan dewi.

Baca: Pawai, Siswa Sekolah Minggu Toraja Utara Nyalakan 2017 Obor Paskah

Eostra Teutonik adalah dewi yang mereka sembah.

Untuk menghormati dewi kesuburan dan musim semi, manusia di zaman itu mengadakan pesta di Vernal Equinox dan simbol yang mereka gunakan sebagai penanda kesuburan adalah kelinci dan telur.

Karena, kelinci identik dengan tingkat reproduksi yang tinggi.

Sedangkan telur merupakan simbol kuno dari kesuburan.

Kemudian, telur dan kelinci masuk ke dalam peringatan Paskah.

Karena, telur melambangkan kebangkitan Yesus.

Setelah prosesi telur paskah dilanjutkan dengan ibadah paskah bersama.(*)

Penulis: Yultin Rante
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help