TribunTimur/

Mantan Ketua HMI Mamuju Bantah Lempari Rumah Agus, Berikut Kesaksian Ambol Diparangi

Ambol membeberkan, saat Agus datang marah-marah, ia duduk paling luar sehingga ia menjadi sasaran kemarahan.

Mantan Ketua HMI Mamuju Bantah Lempari Rumah Agus, Berikut Kesaksian Ambol Diparangi - sulbar-35_20170416_204822.jpg
nurhadi/tribunsulbar.com
Mantan Ketua HMI Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) Abrar alias Ambol.
Mantan Ketua HMI Mamuju Bantah Lempari Rumah Agus, Berikut Kesaksian Ambol Diparangi - polres-mamuju_20170415_221554.jpg
handover/polres mamuju
Mantan Ketua Umum HMI Cabang Manakarra, Mamuju, Sulbar, Akbar alias Ambol kritis setelah dibacok golok di Jl Andi Dai, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Sabtu (15/4/2017).

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU- Mantan Ketua HMI Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) Abrar alias Ambol, yang diparangi warga binanga, membantah bahwa dia tidak pernah melakukan pelemparan terhadap rumah milik Agus yang memarangi dirinya.
Ia mengatakan, kejadian tersebut bermula saat ia tengah berada di salah satu cafe yang ada di Binanga.
"Saya tidak pernah melakukan pelemparan, saya juga tidak tau bahwa terjadi pelempara rumah," kata Ambol kepada Tribunsulbar.com, Minggu (16/4/2017)
Ia mengungkapkan, saat ia berada di cafe, pelaku bernama Agus datang marah-marah.
Diduga, pelaku jengkel lantaran kafe tersebut bising live musik, padahal sudah memasuki pukul 24:00.
"Itu orang sudah sering memang datang marah-marah kalau anak-anak ribut di kafe,
nah, malam itu kebetulan saya ada di cafe, waktu dia (Agus) datang marah, sambil berkata yang tidak senonoh kepada semua pengunjung."
Ambol membeberkan, saat Agus datang marah-marah, ia duduk paling luar sehingga ia menjadi sasaran kemarahan.
"Mungkin karena saya duduk paling luar, saya jadi sasaran, soal pelemparan saya tidak tahu itu," katanya.
Awalnya, Ambol tidak menghiraukan, "karena saya anggap wajar kalau orang tua marah-marah, apalagi memang sudah jauh malam, tapi pada saat sudah mengarah kesaya kemarahannyan dengan berkata yang tidak senonoh sebanyak tiga kali, akhirnya saya merespon dan terjadimi pertengkaran disitu."
Ambol menduga karena pelaku puas marah-marah, akhirnya kembali membawa sebilah parang
"Dan langsung mengayunkan parang ke arah saya," kata Ambol.
Tebasan peaku membuat telapak tangan kiri dan lengan kanan Ambol luka menganga.
Ambol ketika itu berupaya menangkis serangan parang Agus.
"Saya juga sangat menyesalkan, kenapa dia meluapkan kemarahannya kepada saya, sementara saya juga pengunjung, mestinya marah sama pemilik kafe," tutur Ambol. (*)
Penulis: Nurhadi
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help