Hendak Dilengserkan oleh Anggotanya, Ketua HIPMI Sulsel: Mungkin Mereka Khilaf

Menurutnya, tudingan pertama bahwa dia melanggar pasal 23 ayat 3 terkait persyaratan anggota badan pengurus sudah klir.

Hendak Dilengserkan oleh Anggotanya, Ketua HIPMI Sulsel: Mungkin Mereka Khilaf
HANDOVER
herman heizer 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel, Herman Heizer, merespons santai aksi mosi tidak percaya sejumlah oknum yang mengatasnamakan Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi sejumlah 21 kabupaten/kota se-Sulsel

"Mungkin mereka khilaf," kata Herman Heizer (HH) melalui pesan WhatsApp kepada Tribun-Timur.com, Minggu (16/4/2017).

HH berani menyebut mereka khilaf, karena alasan mosi tidak percaya di matanya sangat tidak berdasar. Tudingan pertama bahwa HH melanggar pasal 23 ayat 3 terkait persyaratan anggota badan pengurus itu sudah clear.

Baca: 21 BPC Hipmi se Sulsel Suarakan Mosi Tidak Percaya kepada Herman Haizer

Baca: Lagi, Ketua Hipmi Sulsel Digoyang Anggotanya, Dapat Mosi Tidak Percaya

Baca: Herman Heizer Jadi Ketua Hipmi Sulsel

Pasal itu berbunyi; persyaratan khusus bagi calon fungsionaris BPD adalah anggota biasa yang pernah atau sedang menjalani kepengurusan di BPD atau BPC sekurang-kurangnya satu masa bakti penuh.

"Semua pengurus harian memang pernah menjadi pengurus sebelumnya. Baik di BPD maupun di BPC. Dan kalau ada kekeliruan atau luput dari pantauan format, SK itu kan bisa ditinjau kembali," kata Herman.

Tudingan kedua tidak mampu melakukan konsolidasi semua stakehoder di Hipmi Sulsel, juga sangat tidak jelas. Setelah pelantikan, koordinasi terfokus pada pembentukan pengurus BPD.

"Alhamdulillah lancar. Tapi melemah intensitas komunikasi dengan BPC. Sayangnya, dalam pembentukan kepengurusan inilah, tidak semua pihak bisa kita senangkan. Termasuk nama besar di belakang pertarungan musda itu. Kami sudah mencoba merangkul, tapi mereka memilih untuk bersebarangan. Nah, mereka inilah, kemungkinan menjadi alat oknum yang coba-coba ingin merusak HIPMI," beber Herman Heizer.

"Kami sekarang semakin yakin, tidak mungkin bisa menyenangkan orang-orang yang memang tidak punya niat baik pada kepengurusan ini. Tapi apakah kami tinggal diam ketika ada yang coba merongrong organisasi tercinta ini? Tentu tidak!" tegas Herman. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help