TribunTimur/

Gegara Sengketa Tanah, Ramang Tega Habisi Nyawa La Moha di Masolo Pinrang

La Moha tewas usai dibacok oleh Ramang (53), yang diketahui sekampung dengan korban dan memiliki hubungan kekerabatan.

Gegara Sengketa Tanah, Ramang Tega Habisi Nyawa La Moha di Masolo Pinrang
hery/tribunpinrang.com
La Moha (60) ditemukan tewas di sawahnya, Kampung Masolo I, Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. 

TRIBUNPINRANG.COM, PATAMPANUA - Nasib nahas menimpa La Moha (60), Warga Kampung Masolo I, Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang.

Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu ditemukan tewas di area persawahan miliknya dengan luka sabetan di pundaknya, Minggu (16/4/2017) sekira pukul 09:00 Wita.

La Moha tewas usai dibacok oleh Ramang (53), yang diketahui sekampung dengan korban dan memiliki hubungan kekerabatan.

Baca: Jenazah Arifin, Warga Pinrang Ditemukan Tewas Depan Rumahnya Dimakamkan di Jepara

Informasi yang dihimpun TribunPinrang.com, pembunuhan tersebut dipicu sengketa tanah.

Kapolres Pinrang, AKBP Leo Joko Triwibowo sementara menangani kasus itu dan pelaku sudah menyerahkan diri ke polisi.

Baca: Ini Curhat Wanita Pinrang Sebelum Ditemukan Sekarat dengan Leher Tergorok

"Pelakunya menyerahkan diri dan telah kami amankan di Mapolres Pinrang. Pelaku dan korban masih terikat hubungan kekerabatan," tuturnya.

Leo menyebutkan, motif pembunuhan itu dipicu oleh dendam pelaku terhadap korban, dalam persoalan sengketa tanah.

Baca: Selalu Kompak saat Berjualan, Cerita Pedagang Pasar Sebelum Atik Kritis Digorok Suaminya di Pinrang

"Pelaku merasa jengkel karena korban telah memenangkan kasus sengketa tanah di tingkat pengadilan," ucapnya.(*)

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help