TribunTimur/

Besok Subuh, Siswa Sekolah Minggu di Toraja Utara Berburu Telur Paskah Pakai Obor

Obor paskah akan menjadi satu-satunya alat penerang yang akan dipakai oleh Siswa Sekolah Minggu mencari telur.

Besok Subuh, Siswa Sekolah Minggu di Toraja Utara Berburu Telur Paskah Pakai Obor
yultin/tribuntoraja.com
Siswa Sekolah Minggu dan Kebaktian Madya akan berburuh telur Paskah di Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Minggu (16/4/2017). 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Siswa Sekolah Minggu dan Kebaktian Madya akan berburuh telur Paskah di Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Minggu (16/4/2017).

Pencarian telur dimulai subuh, menggunakan obor.

"Besok subuh akan ramai dengan anak sekolah minggu cari telur paskah dengan obor," kata Wakil Ketua satu Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, Pdt. Alfred Anggui, kepada TribunToraja.com, di Kantor BPS Gereja Toraja, Sabtu (15/4/2017).

Obor paskah akan menjadi satu-satunya alat penerang yang akan dipakai oleh Siswa Sekolah Minggu mencari telur.

Baca: Kerbau Termahal di Dunia Kawal Jalan Salib di Toraja Utara

Menurut Pusat Sastra dan Kebudayaan Anak-Anak Universitas Florida, asal-usul telur dan kelinci saat Paskah sudah ada sejak abad ke-13, ketika Jerman masih menyembah dewa dan dewi.

Eostra Teutonik adalah salah satu dewi yang mereka sembah.

Untuk menghormati dewi kesuburan dan musim semi, manusia di zaman itu mengadakan pesta di Vernal Equinox dan simbol yang mereka gunakan sebagai penanda kesuburan adalah kelinci dan telur.

Karena, kelinci identik dengan tingkat reproduksi yang tinggi. Sedangkan telur merupakan simbol kuno dari kesuburan.

Kemudian, telur dan kelinci masuk ke dalam peringatan Paskah. Karena, telur melambangkan kebangkitan Yesus.

"Telur memang nggak hidup, tapi memiliki makna kehidupan yang akan menetas. Sementara, cangkang telur menjadi simbol Makam Yesus. Pemecahan cangkang telur mengandung arti kebangkitan Yesus dari kematian," ujar Pdt Alfred

Tapi, tradisi itu baru ada ketika Katolik dibawa Roma menjadi agama dominan di Jerman pada abad ke -15.(*)

Penulis: Yultin Rante
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help