TribunTimur/

VIDEO ON DEMAND

VIDEO: Serunya Ritual Addengka Ase Lolo di Takalar

Ini adalah ritual usai panen padi yang sudah menjadi rutinitas tahunan warga.

TRIBUNTAKALAR.COM, POLONGBANGKENG UTARA - Addengka Ase Lolo, salah satu ritual adat dan budaya yang hampir punah di Kabupaten Takalar.

Ini adalah ritual usai panen padi yang sudah menjadi rutinitas tahunan warga.

Tahun ini, Addengka Ase Lolo dilakukan di rumah Pinati Dusun Lauwa, Desa Kampungberu, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Jumat (14/4/17).

Yang unik dalam pelaksanaan ritual addengka ase lolo ini adalah dilakukan wanita paruh baya.

Mulai dari menyangrai padi di wajan, hingga proses memasak beras yang sudah ditumbuk dan disajikan kepada seluruh warga.

Wanita paruh baya yang melaksanakan ritual addengka ase lolo karena dianggap telah bersih karena sudah melewati masa haid dan melahirkan atau dengan kata lain telah menopause.

Dalam ritual addengka ase lolo ini, wanita yang menumbuk padi akan melakukan appadekko untuk menimbulkan irama yang kompak pada lesung.

Sehari sebelum prosesi addengka ase lolo, warga berbondong-bondong membawa padi atau beras dan sebutir telur kerumah Pinati.

Kemudian membawa pulang sebuah kayu yang sebagian warga anggap sebagai obat.

"Namanya itu kayu tambara, semacam obat herbal yang mampu mengobati berbagai penyakit seperti sakit perut. Hanya didapat kalau ada prosesi addengka ase lolo begini," ujar seorang warga bernama Daeng Baya, Jumat (14/4/2017). 

Namun, sayangnya budaya yang seharusnya mendapat perhatian dari pemerintah Takalar tidak pernah diperhatikan bahkan nyaris terlupakan.

Penulis: Reni Kamaruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help