TribunTimur/

Bocah 5 Tahun di Bantaeng Tewas Kesetrum Colokan Listrik

Namun, dia tidak mencabut colokan terminal listrik yang dipakai untuk menyambung ke mesin listrik pemotong besi.

Bocah 5 Tahun di Bantaeng Tewas Kesetrum Colokan Listrik - bocah-tewas-34667_20170412_094803.jpg
Edi Hermawan/tribunbantaeng.com
Firman (5) bocah yang tewas akibat tersengat listrik di kediaman orangtuanya, Jl Merpati Baru, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Selasa (11/4/2017) malam.
Bocah 5 Tahun di Bantaeng Tewas Kesetrum Colokan Listrik - colokan-listrik-345_20170412_094906.jpg
Edi Hermawan/tribunbantaeng.com
Terminal listrik yang merenggut nyawa Firman (5) di kediaman orangtuanya, Jl Merpati Baru, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Selasa (11/4/2017) malam.

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Bocah berusia lima tahun di Kabupaten Bantaeng, Firman bin Arifin, tewas tersengat listrik.

Kejadian maut ini di rumah orangtua Firman, Jl Merpati Baru, Kecamatan Bantaeng, Selasa (11/4/2017) malam.

Berawal saat orangtua Firman, Arifin, memotong-motong besi dengan menggunakan mesin pemotong tenaga listrik.

Sekitar 18.10 Wita atau saat masuk waktu salat Maghrib, Arifin beristirahat.

Namun, dia tidak mencabut colokan terminal listrik yang dipakai untuk menyambung ke mesin listrik pemotong besi.

Terminal listrik dibiarkan berserakan di lantai.

Sejam kemudian, datanglah Firman bermain dekat terminal listrik.

Tahu-tahunya, si korban memegang sepotong besi kecil.

Besi yang dipegan Firman memasukkan ke colokan listrik.

Di situlah Firman kesetrum listrik.

Nenek korban yang pertama kali melihat Firman keseterum.

Sang nenek berteriak dan keluarga pun gegas memberi pertolongan yang sudah kritis

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Anwar Makkatutu yang jaraknya tak jauh dari tempat kejadian.

Namun nahas, nyawanya si bocah tak terselamatkan, tewas.

"Kejadian tersebut berlangsung semalam, setelah habis shalat maghrib," kata Danramil 02, Kapten Inf Samsul, kepada Tribunbantaeng.com, Rabu (12/4/2017).

Petang itu, keluarga harus menimang pilu sembari mayat Firman kembali ke rumah. (*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help