TribunTimur/
Home »

Opini

opini

Zakir Naik dan Keindonesiaan

Kedatangan Zakir Naik ke Indonesia memberikan nilai baru akan arti baru toleransi dan komunikasi intelektual antara umat beragama.

Zakir Naik dan Keindonesiaan
Facebook Rustan Ibnu Abbas
Rustan Ibnu Abbas 

Oleh: Rustan Ibnu Abbas
(Trainer dan Aktivis Dakwah Makassar)

Meskipun pemberitaan tentang kedatangan Dr Zakir Naik ke Indonesia tidak seheboh kedatangan Raja Arab Saudi, tapi lawatan dakwahnya cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia muslim dan non-muslim.

Pasalnya kapasitasnya sebagai ahli perbandingan agama level internasional selalu dinanti.

Kepopulerannya di media sosial terutama di Youtube selalu ditonton oleh jutaan manusia yang ingin mendapatkan pencerahan darinya.

Kedatangan Zakir Naik oleh sebagian orang menjadi berkah ilmu yang langsung dari sumbernya.

Perpaduan dalil aqli dan naqli dalam menjelaskan Islam menjadi ciri khas didukung dengan kekuatan hafalan serta kecerdasan berargumen dan teknik presentasi yang sangat mumpuni memukau puluhan ribu penonton mampu bertahan berjam-jam mendengarkan ceramah yang beliau sampaikan.

BACA juga: Inilah Sosok yang Antar Zakir Naik ke Makassar Pakai Pesawat Pribadinya dan Inapkan di Hotelnya di Makassar

Di sisi lain ada beberapa kalangan yang ‘kebakaran jenggot’ atas safari dakwah beliau. Mereka menjadi gerah dan marah meskipun hanya berkoar-koar di media sosial menentang kedatangan dan ceramah beliau.

Beberapa alasan menentang kedatangan beliau karena Zakir Naik dianggap sebagai provokator, berpaham wahabisme, menyulut kebencian antar agama, ulama kontroversi yang ditolak oleh beberapa negara dan yang paling penting tidak sesuai dengan prinsip kebinekaan dan nilai-nilai luhur budaya di Indonesia.

Kaum sekularis berpendapat bahwa “retorika membanding-bandingkan agama tidak sehat dan menyakitkan. Indonesia butuh agama yang ramah perbedaan dan cinta kebhinekaan.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help