TribunTimur/

Zakir Naik Ceramah di Makassar

Terus Bertambah, Sudah Tujuh Orang Syahadat di Depan Zakir Naik

Sebelum mengucapkan syahadat, mereka terlebih dahulu bertanya dan dijawab oleh Zakir Naik.

Terus Bertambah, Sudah Tujuh Orang Syahadat di Depan Zakir Naik
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Jumlah non-muslim yang mengucapkan kalimat Syahadat di hadapan Ulama Zakir Naik terus bertambah. Ulama India Dr Zakir Naik ceramah bertema Quran and Modern Science di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/4/2017). 

8. Masuk Peringkat 3 Guru Spiritual Paling Berpengaruh

Dalam terbitan 22 Februari 2009, Indian Express membuat daftar 100 Orang India Paling Berpengaruh. Di antara satu miliar penduduk India, Dr Zakir Naik masuk peringkat 82. Dalam daftar khusus 10 Guru Spiritual Terbaik India, Dr Zakir Naik bertengger di peringkat 3, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar. Ia merupakan satu-satunya Muslim yang masuk dalam daftar ini. Dan pada tahun 2010, Dr Zakir Naik menduduki peringkat pertama dalam daftar tersebut.

9. Masuk Daftar 100 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Dr Zakir Naik masuk dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia yang diterbitkan setiap tahun oleh Georgetown University, Amerika Serikat. Dr Zakir Naik masuk dalam daftar tersebut berturut-turut pada tahun-tahun 2011, 2012, 2013, 2014, dan 2015. Bahkan, Dr Zakir Naik masuk daftar ‘100 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia.

10. Sebut Pelaku Teror 9/11 Orang Dalam

Meskipun banyak warga Eropa dan Amerika kagum terhadap Dr Zakir Naik dan berusaha menghadiri forum-forumnya, ternyata tidak demikian dengan pemerintahnya. Negara Inggris terang-terangan mencekal Dr Zakir Naik. Bahkan Amerika Serikat mengecam Dr Zakir Naik lantaran menyebut pelaku teror 9/11 merupakan orang dalam.

Zakir Naik dalam ceramahnya mengatakan, aksi teror yang terjadi di beberapa negara, seperti Afghanistan dan Pakistan tidak lebih besar dari teror Amerika Serikat yang menginvasi Irak. Bahkan, Dr Zakir Naik menyebut bahwa George W Bush adalah teroris. 

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help