TribunTimur/

Zakir Naik Ceramah di Makassar

Terus Bertambah, Sudah Tujuh Orang Syahadat di Depan Zakir Naik

Sebelum mengucapkan syahadat, mereka terlebih dahulu bertanya dan dijawab oleh Zakir Naik.

Terus Bertambah, Sudah Tujuh Orang Syahadat di Depan Zakir Naik
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Jumlah non-muslim yang mengucapkan kalimat Syahadat di hadapan Ulama Zakir Naik terus bertambah. Ulama India Dr Zakir Naik ceramah bertema Quran and Modern Science di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/4/2017). 

3. Mengidolakan Ahmed Deedat

Zakir Naik sebetulnya mempunyai tokoh yang menjadi inspirasinya sebagai ustad pembanding agama, yakni Ahmad Deedat. Tetapi, tak semacam panutannya, Zakir Naik hampir tak rutin memperoleh izin dari pihak agama lain menyelenggarakan debat terbuka. Sebabnya, Zakir Naik sering dijuluki ‘Ahmed Deedat Plus’ sebab argumentasi-argumentasnya yang kuat tak sedikit membikin pemimpin agama lain merasa ‘ngeri’ berhadapan dengannya.

4. Ceramah Disebar via Video

Meskipun Dr Zakir Naik biasa berbicara kepada ratusan hadirin, bahkan puluhan ribua hadirin, justru rekaman video dan DVD ceramahnya yang banyak didistribusikan. Ceramahnya biasa direkam dalam bahasa Inggris, untuk disiarkan pada akhir pekan di sejumlah jaringan TV kabel di lingkungan Muslim Mumbai dan di saluran Peace TV. Sejumlah video ceramah Dr Zaik Naik juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

5. Mengislamkan non-Muslim dari belahan dunia

Berkat ceramah dan debat yang disebarkan ke seluruh dunia melewati channel PeaceTV (bisa dilihat di Youtube), dengan penjelasan dan alasan yang masuk akal dan dalil-dalil yang jelas, tak sedikit dari para pendengar non-Muslim akhirnya tergerak hatinya masuk Islam.

6. Pendiri Islamic Research Foundation (IRF)

Selain sebagai dokter medis dan penceramah dunia yang telah sukses menggerakkan hati tak sedikit umat, Zakir Naik juga adalah pendiri organisasi Islamic Research Foundation (IRF). Organisasi ini ialah suatu organisasi nirlaba yang mempunyai hak siar jaringan saluran TV gratis, Peace TV dari Mumbai, India.

7. Penghargaan dari Raja Salman

Ia menerima berbagai penghargaan, seperti Ma’al Hijrah Distinguished Personality Award di Malaysia pada 2013 dan King Faisal International Prize for Service to Islam di Arab Saudi pada 2015.
Hadiah ini merupakan hadiah paling bergengsi di dunia Islam, mirip dengan Hadiah Nobel. Hadiah tersebut terdiri dari sertifikat, 200 gram medali emas 24 karat dan 750.000 riyal Saudi (US $ 200.000). Seluruh hadiah uang disumbangkan oleh Dr Zakir Naik ke Waqf of Peace TV Network.

Halaman
1234
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help