TribunTimur/
Home »

Opini

opini

Bukan Sekadar Menjadi Guru

Tuan Soekarno, suatu saat ijazah ini bisa robek dan hancur. Dia tidak abadi. Ingatlah, satu-satunya yang abadi adalah karakter.

Bukan Sekadar Menjadi Guru
Facebook Ismail Yunus Bettary
Ismail Yunus Bettary 

Oleh: Ismail Yunus Bettary
(Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang - Alumni UIN Alauddin Makassar)

PENDIDIKAN adalah sebuah mandat yang menjadi sebuah keniscayaan bagi kemajuan suatu bangsa.

Karenanya, tidak mengherankan bila Kaisar Jepang menaruh kekhawatiran besar pasca- negaranya diluluhlantakkan pasukan sekutu dalam perang dunia II.

Satu pertanyaan krusial ia lontarkan kala itu ialah, “berapa jumlah guru yang masih hidup?”

Dari pertanyaan Sang Kaisar ini, sesungguhnya ada benang merah yang bisa ditarik perihal kedudukan dan keagungan guru dalam masyarakat Jepang.

Ada semacam keyakinan bahwa dengan mengedepankan aspek pendidikan di mana guru berada di dalamnya, Jepang akan bangkit kembali meraih kejayaan. Terbukti, Jepang hari ini telah menjelma menjadi negara yang sangat disegani. 

Opini: Pendidikan Karakter Ala Rhoma Irama

Guru adalah entitas kebangsaan. Di tangan gurulah, pendidikan dinisbahkan. Guru yang berkompetensi akan melahirkan pendidikan yang bermutu demikian pula sebaliknya.

Kita patut bersyukur dan berbangga karena berkat amandemen keempat UUD 1945 pasal 31 ayat 4, 20 persen dari dana APBN dan APBD dialokasikan untuk membiayai pendidikan.

Di dalamnya meliputi gaji pendidik (guru), dana pembangunan sekolah, infranstrukur pendidikan dan lain sebagainya.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help