TribunTimur/
Home »

Opini

opini

Pendidikan Karakter ala Rhoma Irama

Saat ini, para sosiolog idealnya tak hanya mampu memilah fakta sosial semata atau hanya mampu membaca ketimpangan sosial saja.

Pendidikan Karakter ala Rhoma Irama
amiruddin/tribunsidrap.com
Akhwan Ali 

Oleh: Akhwan Ali
Mahasiswa (S3) Sosiologi Universitas Negeri Makassar

Saya belum sepenuhnya yakin jika pendidikan karakter yang selama ini didengungkan di Indonesia benar benar telah mewakili semangat dan karakter Pancasila.

Apatah lagi sila ke lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Meski bukan penggemar berat lagu dangdut, namun sejatinya, saya mengamini legenda Indonesia, Haji Rhoma Irama, yang menggambarkan kondisi bangsa kita.

“Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”. Adalah penggalan lirik lagu itu.

Lagu yang ditulis pada tahun 1980. Tepat dua tahun sebelum saya dilahirkan. Kalau tidak salah pada volume album VIII.

BACA juga: Kreatif, Gadis Majene Ini Ubah Sisik Ikan Jadi Souvenir

Lagu fenomenal itu diluncurkan bersama empat lagu lainnya. Di antaranya Romantika dan Takkan Lagi. Lagu itu sempat memerahkan telinga sang penguasa kala itu, Soeharto.

Itu berarti sudah 37 yang lalu. Namun sampai saat ini, tidak ada perubahan. Ibarat pria, ia sudah dewasa. Sudah berjanggut. Sudah mampu menafkahi gadis jelita ataupun janda. Di dapur maupun di atas kasur.

Saat ini, amatlah gampang menemukan fenomena sosial. Di Indonesia yang dikenal dengan gemah ripah loh jinawi dengan bingkai kacamata ‘kaya vs miskin’.

Apatah lagi, jika kita memotretnya dari berbagai penjuru Nusantara.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help