Tekuni Jasa Sablon, Rama Raih Omzet Belasan Juta Rupiah, Padahal Dulu di DO dari UIN Alauddin

"Modal usaha dari ayah mantan saya dulu. Kebetulan beliau lihat peluang usaha ini sangat besar, makanya dipinjamkanlah saya Rp 5 juta," kata Rama.

Tekuni Jasa Sablon, Rama Raih Omzet Belasan Juta Rupiah, Padahal Dulu di DO dari UIN Alauddin
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADHLY ALI
Ramadhan Surya Armaja Ridwan

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Ramadhan Surya Armaja Ridwan tampak nyentrik dengan rambut panjang berombak. Sesekali, mantan mahasiswa UIN Alauddin ini tampak mencoba mengikat rambut ikalnya.

Selepas itu, alat sablon dipegangnya, pasablong berbadan kepal itu, mulai beraksi di hadapan puluhan pengunjung Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2017 di Celebes Convention Center.

Lelaki kelahiran Ujung Pandang, 3 April 1991 silam ini coba mengisahkan alur usahanya yang hampir menginjak empat tahun. Bermula dari belajar sabon pada 2013 dan mahir mendesain gambar selama setahun. 2014 ia coba usaha dengan modal dari ayah sang mantan.

"Modal usaha dari ayah mantan saya dulu. Kebetulan beliau lihat peluang usaha ini sangat besar, makanya dipinjamkanlah saya Rp 5 juta," kata Rama.

Anak yatim ini, pun memulai bisnis sablon dengan menjual kaos lokal dengan desain yang terbatas. Nama brandnya Opuatrium yang terletak di Jl Jalan Wijaya Kusuma I, Makassar.

"Jadi sejak 2014 lalu hingga saat ini, saya semua yang kembangkan, mulai desain gambar, beli kaos, sablon, pasarkan, hingga antar ke pelanggan saya semua yang kerja," kata Rama.

Tiap hari minimal dua lusin yang order. Satu picis baju dibanderol Rp 100 ribu. "Orderan paling banyak saya kerjakan 300 picis. Alhamdulillah rata-rata omzet mencapai Rp 15 juta," kata lelaki yang berulangtahun hari ini.

Sayang, suksesinya di dunia usaha, tidak diikuti dengan tuntutan perkuliahan. "Waktu masih semester 3, bapak saya stroke, ibu saya sulit saya tinggalkan. Makanya kuliah jarang saya masuki. Alhasil 2016 saya drop out. Karena tujuh tahun belum selesai," ujar mantan mahasiswa jurusan Sastra Inggris UIN Alauddin itu.

Namun niatan untuk kuliah tetap ada. "Masih cari kampus. Namun tetap fokus pengembangan usaha. Yah sambil beri edukasi kepada masyarakat tentang sablon juga," ujar Rama.

Saat ini, Rama aktif di Komunitas Sablon yang diberinama Pasablong. Komunitas yang dibentuk sejak 2014 kini punya anggota se Pulau Sulawesi.

"Lewat komunitas ini, kita ketemu dengan pengusaha sablon lainnya. Ada jual alat, bahan, dan semua hal tentang sablon bisa dishare dan diberi potongan harga. Selain itu, ikut nimbrung di pameran-pameran dengan bendera yang sama, komunitas Pasablong," tutupnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved