TribunTimur/

Warga Tewas Ditelan Ular

Sejak 1970-an, di Mamuju Sudah Ada Ance’ Ular

“Hutan banyak dibuka di zamannya Pak Kolonel Atik (Soetedja, 1979-1984), lalu Pak Musa Karim (1984-1989), sampai masa pemerintahan Pak Djuritno

Sejak 1970-an, di Mamuju Sudah Ada Ance’ Ular
dok_tribun_sulbar
Ismail Passokorang (52), warga Pasang Kayu, Mamuju Utara, yang dekade 1980an mebuka lahan transmigrasi.

UNIT Konservasi Sumber Daya Alam Polisi Kehutanan (Polhut) Resort Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat setidaknya, saban tahun, ada sekitar 1.000 lembar kulit samakan ular piton atau sanca kembang yang dipasarkan di Kota berjarak 517 km dari kota Makassar ini.

"Sudah lama, hampir semua wilayah di Mamuju dan Mamuju Tengah, banyak ular sanca, kulitnya banyak dijual oleh petani ke pedagang pengumpul," kata M Hardi, Kepala Bidang Konservasi SDA Polhut Resort Mamuju, kepada Tribun Sulbar.com, kemarin.

Ular-ular dengan panjang rerata 2-5 meter itu kerap dijaring dan dibuatkan perangkap oleh warga di area perkebunan sawit dan hutan, lalu kemudian dijual ke pedagang pengumpul di Mamuju.

BACA: Begini Suasana Jalan Menuju Lokasi Akbar Ditelan Piton di Mamuju Tengah

Ismail Passokorang (53), warga Pasangkayu, Mamuju Utara, mengkonfirmasikan kebiasaan lama warga Mamuju ini.

Ismail adalah warga asli Mamuju. Saat masih berusia 20-an tahun, dia termasuk mandor proyek pembukaan lahan transmigrasi di akhir dekade 1970-an hingga awal dekade 1990-an.

“Operator dan buruh pembukaan lahan transmigran sering dapat ular sawah, banyak di Tobadak, Karossa, hingga Topoyo,” cerita Ismail, yang kini masih kerja di PT Passokorang, levaransir jasa konstruksi yang ikut membuka lahan transmigran dan jalan perintis Mamuju - Pasangkayu.

Paman almarhum Akbar, Adhan Andi Tadjuddin saat menemani reporter Tribunsulbar.com Nurhadi Para' di lokasi Akbar ditelan ular piton raksasa, kebun sawit Akbar, Dusun Pangerang, Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar, Kamis (30/3/2017).
Paman almarhum Akbar, Adhan Andi Tadjuddin saat menemani reporter Tribunsulbar.com Nurhadi Para' di lokasi Akbar ditelan ular piton raksasa, kebun sawit Akbar, Dusun Pangerang, Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar, Kamis (30/3/2017). (nurhadi/tribunsulbar.com)

VIDEO: Jejak Akbar Melawan Piton

Dia bercerita, pembukaan lahan transmigran itu dimulai saat Mamuju masih menjadi wilayah administrasi provinsi Sulsel.

Hingga tahun 2000-an, Mamuju masih satu kabupaten di Sulsel. Pemekaran jadi Mamuju Utara, Mamuju Tengah barulah satu dekade terakhir, sejak masuk wilayah Provinsi Sulbar.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help