Home »

Lutra

Tugu Perjuangan Rakyat di Rompu Luwu Utara Dibiarkan Begini

Lokasi pertempuran itu kini masuk dalam wilayah Dusun Pambusu, Desa Rompu, Kecamatan Masamba.

Tugu Perjuangan Rakyat di Rompu Luwu Utara Dibiarkan Begini
Chalik Mawardi/tribunlutra.com
Tugu Perjuangan Rakyat di Dusun Pambusu, Desa Rompu, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Kamis (30/3/2017). 
Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA- Serangan terhadap militer Belanda pada 29 Oktober 1949 adalah bukti sejarah perjuangan pemuda Masamba dalam merebut kemerdekaan.
Peristiwa yang kemudian disebut pemerintah Belanda sebagai Masamba Affair.
Serangan berawal dari dimandatkannya Salawati Daud menggalang pemuda Sulsel melakukan pemborontakan melawan Belanda.
Pada waktu itu Salawati berangkat dari Makassar bersama Hasan Lakallu gagal menggalang pemuda di beberapa daerah seperti Sengkang dan Palopo.
Tiba di Masamba, keduanya disambut hangat dan diterima beberapa pemuda seperti Kasim Kasmad dan Bakri Nantang.
Selepas Magrib tanggal 29 Oktober 1949 mereka menyerang tangsi Belanda dan merebut sekitar 20 pucuk senjata.
Selang beberapa jam, mereka kemudian menyerang penjara Belanda yang berjarak sekitar satu kilometer dari tangsi.
Di situ mereka berhasil melepas sejumlah tahanan politik dari Tentara Kawanan Rakyat Luwu.
Salah satunya Andi Attas.
Setelah penyerangan itu pemuda Masamba lalu perang dengan militer Belanda di Rompu.
"Dalam pertempuran tersebut meninggal Lesangi," ujar pemerhati sejarah Masamba Chaerul Al Haqiem, Kamis (30/3/2017).
Lokasi pertempuran itu kini masuk dalam wilayah Dusun Pambusu, Desa Rompu, Kecamatan Masamba.
Di situ, Pemkab Luwu Utara membangun sebuah tugu yang diberita nama 'Tugu Perjuangan Rakyat'.
Jarak tugu dari jantung Kota Masamba, Ibu Kota Luwu Utara sekitar 10 kilometer.
Terletak di tengah kebun kelapa sawit warga.
"Tugu ini dibangun untuk mengenang sejarah pertempuran pemuda Masamba dengan militer Belanda," kata Chaerul.
Di tugu setinggi dua meter terdapat tulisan 'Disinilah Tempat Perjuagan Para Pahlawan Kusuma Bangsa'.
Sayangnya kondisi tugu mulai tidak terurus.
Rumput liar yang merambat menutupi sebagian bangunan tugu.(*)
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help