TribunTimur/

Miris, Paha Bocah di Jeneponto Ini Terancam Diamputasi, Ayah Tak Tega

Menurut keluarga, penyakit langka itu dialami Vira sejak masih duduk di kelas 2 SD 45 Sunggumanai. Bermula ketika Vira bermain dan jatuh.

Miris, Paha Bocah di Jeneponto Ini Terancam Diamputasi, Ayah Tak Tega - ayah-dan-vira_20170321_102331.jpg
Muslimin Emba/tribunjeneponto.com
Almukvira dan ayahnya di Kampung Sunggumanai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Senin (20/3/2017).
Miris, Paha Bocah di Jeneponto Ini Terancam Diamputasi, Ayah Tak Tega - kondisi-vira-2_20170321_102259.jpg
Muslimin Emba/tribunjeneponto.com
Almukvira dan ayahnya di Kampung Sunggumanai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Senin (20/3/2017).

TRIBUNJENEPONTO.COM, TURATEA- Miris kondisi Almukvira. Kaki bocah tujuh tahun di Kabupaten Jeneponto ini terancam diamputasi karena tumor ganas.

Vira, sapaan Almukvira, kini hanya bisa terbaring sakit di kediaman neneknya, Kampung Sunggumanai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Jeneponto.

Bagian atas lututnya bengkak kurang lebih seukuran bola.

Saking berat dan sakit, Vira tak bisa lagi melangkah kaki.

Menurut keluarga, penyakit langka itu dialami Vira sejak masih duduk di kelas 2 SD 45 Sunggumanai.

Bermula ketika Vira bermain dan jatuh, bagian atas lututnya membentur kayu.

"Dua pekan kemudian setelah terjatuh, Vira mengaku sakit pada bagian lututnya," kata ayah Vira, Muliadi (40), saat kepada tribunjeneponto.com di kediamannya, kemarin.

Vira tidak bilang-bilang jika sakit lututnya akibat jatuh bermain.

"Tidak mau bilang, setelah dua Minggu kemudain baru Vira mengeluh sakit," tutur Muliadi.

Karena mengeluh sakit ketika itu, Muliadi membawa Vira ke dokter praktek untuk berobat.

Halaman
123
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help