Ayah Duga Vira Korban Malapraktik RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto

Saya sayangkan karena sebelum operasi dia (dokter RSUD Lanto Dg Pasewang) sudah tahu berhubungan dengan tulang, kenapa dikerja kalau bukan ahlinya.

Ayah Duga Vira Korban Malapraktik RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto - muliadi_20170321_140446.jpg
Muslimin Emba/tribunjeneponto.com
Mulyadi (40) menemani putrinya, Almuqvira atau Vira (7) di kediamannya, Dusun Sunggumanai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Selasa (21/03/2017). Murid SD teman kelas Vira datang membesuk.
Ayah Duga Vira Korban Malapraktik RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto - vira-dan-kasmawati_20170321_173422.jpg
Muslimin Emba/tribunjeneponto.com
Kasmawati menemani putrinya, Almuqvira atau Vira (7) di kediamannya, Dusun Sunggumanai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Selasa (21/03/2017). Murid SD teman kelas Vira datang membesuk.
Ayah Duga Vira Korban Malapraktik RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto - kondisi-vira-2_20170321_102259.jpg
Muslimin Emba/tribunjeneponto.com
Almukvira dan ayahnya di Kampung Sunggumanai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Senin (20/3/2017).
Ayah Duga Vira Korban Malapraktik RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto - ayah-dan-vira_20170321_102331.jpg
Muslimin Emba/tribunjeneponto.com
Almukvira dan ayahnya di Kampung Sunggumanai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Senin (20/3/2017).

TRIBUNJENEPONTO.COM, TURATEA- Muliyadi (40) menduga putrinya, Almuqvira (7), korban malapraktik dokter RSUD Lanto Dg Pasewang, Kabupaten Jeneponto.

Vira, sapaan Almuqvira, pernah dioperasi di rumah sakit tersebut sebelum akhirnya divonis menderita kanker tulang.

"Setelah operasi pengangkatan jaringan tumor oleh dokter RSUD Lanto, bukannya mengecil, tapi, itu benjolannya tambah membesar," kata Mulyadi saat ditemui TribunJeneponto.com di rumahnya, Dusun Sunggumanai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Selasa (21/03/2017).

Mulyadi duduk menemani Vira yang terbaring sakit.

Baca juga: Miris, Paha Bocah di Jeneponto Ini Terancam Diamputasi, Ayah Tak Tega

"Setelah operasi, saya disuruh menunggu satu minggu hasil lab, tapi satu bulan baru dokternya beritahukan hasilnya," cerita Mulyadi.

Selama sebulan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium RSUD Lanto Dg Pasewang, tumor di paha Vira terus membesar. 

"Di situmi tambah besar karena ada sebulan menunggu hasil lab tanpa ada tindakan, kita tidak bisa apa-apa karena disuruh menunggu hasil lab," ujar Mulyadi.

Vira dianjurkan untuk dirujuk ke Makassar setelah hasil lab RSUD Lanto Dg Pasewang disampaikan. 

"Saya disuruh rujuk ke Makassar, katanya berhubungan tulang, padahal sebelum operasi dokter di Lanto sudah tahu berhubungan dengan tulang," ujar Mulyadi.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help