Lewat Cara Ini, Iwapi Sulsel Cetak Wirausaha Baru

Pengurus Iwapi ingin para anggota ini dapat membantu ekonomi keluarga tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai istri.

Lewat Cara Ini, Iwapi Sulsel Cetak Wirausaha Baru
TRIBUN TIMUR/NURUL ADHA ISLAMIAH
BPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Sulsel bidang Pemberdayaan menggelar kegiatan Pelatihan Pembuatan Aksesori Mahir dalam Sehari di Kafe IDI Kanre Jawa, Jl Topaz 1, Senin (20/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Perempuan identik dengan perhiasan dan berbagai aksesoris untuk mempercantik penampilan. Hal ini yang menjadi alasan produk aksesoris tak ada matinya di pasaran.

Potensi itu tampaknya juga dibaca oleh BPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Sulsel Badan Pemberdayaan Perempuan menggelar Pelatihan Membuat Aksesori dalam Sehari. Berlangsung di Kafe IDI Kanre Jawa, Jl Topaz1, Panakkukang, Senin (20/3/2017).

Ketua bidang pemberdayaan perempuan BPD Iwapi Sulsel, Ainun Jariah memaparkan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya menciptakan wirausaha baru.

"Pesertanya ibu-ibu semua sekitar 10 orang. Mereka dari BPC Gowa, perwakilan komunitas One Day One Juz FCC, anggota Iwapi Sulsel dan masyarakat umum. Kami ingin melatih mereka menjadi wirausaha dan membantu perekonomian keluarga melalui usaha," ungkapnya kepada Tribun Timur.

Ia mengakui, pelatihan serupa menjadi program dan rutin digelar untuk menumbuhkan kemandirian serta kreatifitas yang dimiliki para ibu-ibu.

Baca: Iwapi Sulsel Latih Ibu-Ibu Buat Aksesoris

Pengurus Iwapi ingin para anggota ini dapat membantu ekonomi keluarga tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai istri. Tetap di rumah, tetapi punya penghasilan.

Kedepan, Iwapi Sulsel bakal menggelar pelatihan makeup dan tata rias pengantin. Kemudian memberi pelatihan membuat kue dan ragam olahan makanan menjelang bulan puasa. "Menjelang puasa sering kami gelar pelatihan. Ibu-ibu bisa memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk menambah penghasilan dengan berjualan kue," ujarnya.

Menurutnya, aksesoris yang dibuat dengan kerajinan tangan bukanlah pekerjaan mudah. Butuh ketelitian dan kesabaran untuk merangkai berbagai bahan dan ornamen seperti mutiara, bebatuan, bambu, manik-manik dan kawat untuk dirangkai menjadi sebuah kalung yang bernilai jual dan diminati pasar. Namun para peserta nampak antusias belajar merangkai aksesoris.

Tidak hanya untuk melatih anggota menjadi kreatif, Iwapi memfasilitasi para peserta dengan membantu memasarkan produk aksesoris. Sebagai tindak lanjut, produk atau karya yang dihasilkan dari pelatihan akan dijual di Kafe IDI kanre Jawa. (*)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved