Agar Tak Minta Tip, Pemkot Makassar Segera Sertifikasi Pekerja Panti Pijat

Namun yang terpenting dari Perwali ini kata Maya sapaan Rusmayani, adalah sertifikasi yang wajib dimiliki oleh setiap pelayan panti pijat.

Agar Tak Minta Tip, Pemkot Makassar Segera Sertifikasi Pekerja Panti Pijat
TRIBUN TIMUR/SAKINAH SUDIN
Kepala Dinas Pariwisata Makassar Rusmayani Majid 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

 TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Dinas Pariwisata Kota Makassar sedang sibuk menyusun draft Perwali (Peraturan Walikota) Makassar tentang aturan panti pijat.

Dinas Pariwisata Makassar tidak sendiri, mereka melibatkan sejumlah pengusaha (Bos) panti pijat.

Berlangsung di Hotel d' Maleo, Jl Pelita Raya, Makassar, Senin (20/3/2017), Dinas Pariwisata dan pengusaha panti pijat saling bertukar pikiran tentang penyusunan Perwali.

Kepala Dinas Pariwisata Makassar Rusmayani Majid mengatakan regulasi tentang panti pijat ini sudah saatnya di miliki Kota Makassar.

Bagaimana tidak, dengan Perwali ini pelayanan panti pijat di Makassar, akan mengatur tentang tarif hingga hal yang bersifat teknis yang akan bisa diseragamkan oleh pengelola panti pijat.

Namun yang terpenting dari Perwali ini kata Maya sapaan Rusmayani, adalah sertifikasi yang wajib dimiliki oleh setiap pelayan panti pijat.

Menurutnya dengan sertifikasi ini akan menandakan bahwa pelayan tersebut adalah pemijat profesional.

"Pemijat profesional itu, dia yang tidak meminta imbalan atau tip bagi pelanggannya. Kan banyak tuh laporan soal pelayanan panti pijat yang tidak profesional, dengan sertifikasi ini mereka akan terikat dengan aturan yang berlaku," ujar Maya.

Sementara itu, Kabid Destinasi Dinas Pariwisisata Makassar Andi Karunrung mengatakan untuk sertifikasi ini itu ada dua jenisnya yakni sertifikasi profesi untuk pekerja, dan sertifikasi usaha untuk pemilik panti pijat.

Halaman
12
Penulis: Saldy
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help