TribunTimur/

Kakek Dudding Tinggal di Gubuk Tak Layak di Borong Raya, Kemana Pemerintah?

"Sangat miris rasanya melihat kondisi langsung kakek Dudding, tinggal sendiri di gubuk tak layak huni, lantainya tanah, dan tempat tidurnya beralas ka

Kakek Dudding Tinggal di Gubuk Tak Layak di Borong Raya, Kemana Pemerintah?
HANDOVER
Kondisi dalam rumah Kakek Dudding yang tinggal dalam gubuk di Jl Borong Raya 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Komunitas facebook Laporan Warga Makassar (LWM) dan Komunitas Makassar Peduli (KMP) mengunjungi Dudding, salah satu warga Kanal Borong Raya, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulsel, Sabtu (18/3/2017) kemarin.

Dalam kunjungannya ke sebuah gubuk tak layak huni di pinggiran kanal tersebut, LWM dan KMP menyerahkan santunan.

Koordinator LWM Silvy menyatakan, umur Dudding diperkirakan sekitar 70 tahun.

Kakek Dudding
Kakek Dudding ()

"Diperkirakan karena tidak punya identitas pengenal seperti kartu tanda penduduk," ujarnya, Minggu (19/3/2017).

Selvi bahkan mengatakan kakek itu tidak memiliki kartu jaminan kesehatan atau tunjangan dari pemerintah seperti halnya warga yang berhak mendapatkannya.

Dijelaskannya, sehari-hari, kakek Dudding bekerja sebagai tukang kebun milik orang lain. Tentunya tanpa penghasilan tetap dan bisa saja diusir setiap saat oleh pemilik lahan.

"Sangat miris rasanya melihat kondisi langsung kakek Dudding, tinggal sendiri di gubuk tak layak huni, lantainya tanah, dan tempat tidurnya beralas kardus bekas," kata Silvy.

Menurut Selvy, tidak ada barang berharga yang dimiliki Dudding. Memasak menggunakan tungku, dan sebagai penerang menggunakan pelita atau obor. Dia pun menyakini Dudding kebanyakan diberikan makan oleh tetangganya.

"Kata warga, sangat jarang kakek Dudding ditemukan menggunakan baju, dia juga memiliki dua lembar sarung usang," jelas Selvy.

Mendengar hal itu, anggota DPRD Kota Makassar Basdir mengapresiasi kegiatan LWM dan MKP. Menurutnya kegiatan seperti ini patut mendapat dukungan dari semua pihak. Sekaligus, cambuk bagi pemerintah agar lebih memperhatikan warganya.

"Masa seorang warga yang sudah bertahun-tahun tinggal di Makassar tidak mendapat identitas, tidak memperoleh jaminan sosial dari pemerintah? Saya kira hal seperti ini wajib jadi tanggungjawab pemerintah,"kata politisi Partai Demokrat Makassar ini, Minggu (19/3/2017).

Anggota Komisi B DPRD Makassar ini menambahkan, dikhawatirkan masih banyak warga Makassar yang bernasib sama dengan kakek Dudding. Hanya saja, tidak terdeteksi pemerintah.

"Kemana pemerintah? Pemerintah jangan menutup mata dengan hal-hal seperti ini," katanya.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help