Gandeng Singapore Polytechnic, Unismuh Gelar Program Pengabdian Masyarakat

Program Learning Express 2017 merupakan salah satu program kolaborasi yang terjalin dan akan menjadi program pada setiap semester bagi kedua institusi

Gandeng Singapore Polytechnic, Unismuh Gelar Program Pengabdian Masyarakat
HANDOVER
Singapore Polytechnic bersama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berkolaborasi membuat program Learning Express 2017 dengan menghadirkan inovasi sosial yang bersifat pengabdian pada masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Singapore Polytechnic bersama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berkolaborasi membuat program Learning Express 2017 dengan menghadirkan inovasi sosial yang bersifat pengabdian pada masyarakat.

“Program Learning Express Politeknik Singapura dan Unismuh Makassar akan melibatkan petani dan kelompok tani di Desa Bontomarannu, Kabupaten Bantaeng,” jelas Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI), Dr Erwin Akib PhD.

Erwin Akib yang juga Dekan FKIP Unismuh Makassar menjelaskan bahwa Program Learning Express 2017 merupakan salah satu program kolaborasi yang terjalin dan akan menjadi program pada setiap semester bagi kedua institusi.

Program tersebut diikuti oleh 25 mahasiswa Politeknik Singapura dan 25 mahasiswa Unismuh Makassar, serta masing-masing didampingi tiga dosen Politeknik Singapura dan empat dosen Unismuh Makassar.

“Inti dari Program Learning Express (LeX) ini yaitu menghadirkan Social Innovation dan New Insight bagi masyarakat dan mahasiswa, karena program ini akan berlangsung pada dua tempat selama 14 hari yakni di Kota Makassar dan di Kabupaten Bantaeng," jelas Erwin Akib, Minggu, (19/3/2017).

Program kerjasama tersebut diharapkan memberikan dampak yang luar biasa bagi kedua institusi karena merupakan program internasionalisasi kampus yang manfaatnya akan dirasakan mahasiswa, dosen, dan seluruh sivitas akademika.

“Kedepannya, akan banyak lagi program yang bisa disatukan dan dibangun oleh Unismuh ketika semakin serius dalam melihat peluang kerjasama. Dengan begitu, Unismuh telah dikenal dan tidak lagi dipandang sebelah mata, partnerships kami telah mengakui dan mempercayai itu,” ungkap Erwin Akib.

Koordinator Local Facilitator, Wildhan Burhanuddin mengatakan bahwa program tersebut bersifat sustainability atau berkelanjutan, sehingga mahasiswa Unismuh Makassar menyiapkan diri untuk seleksi berikutnya.

“Kami ingin melibatkan seluruh mahasiswa dari di Unismuh Makassar bukan hanya dari FKIP, sehingga besar harapan mahasiswa dari Fakultas lain mempersiapkan diri," ujar Wildhan.

Penulis: Hasrul
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help