Ombudsman: Orangtua Siswa yang Menyogok Pihak Sekolah Bisa Dipidana

"Bisa saja praktik seperti ini udah lama terjadi, tapi baru ketahuan sekarang," kata Anwar Ilyas kepada Tribun, Jumat (10/3/2017).

Ombudsman: Orangtua Siswa yang Menyogok Pihak Sekolah Bisa Dipidana
ist
ilustrasi

Laporan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Lembaga pengawasan dan pengaduan masyarakat Ombudsman turut menyikapi kasus dugaan praktik pungutan liar (pungli) penerimaan calon siswa baru di SMA Negeri di Makassar.

Menurut Wakil Ketua Ombudsman Makassar, Anwar Ilyas bahwa praktik pungli penerimaan siswa baru bisa saja sudah lama terjadi, namun baru terungkap.

Baca: Paksakan Anak Masuk Sekolah Unggulan Buka Peluang Pungli di Sekolah

Baca: Hindari Pungli, Sekolah Jangan Buat Sistem Siswa Siluman

"Bisa saja praktik seperti ini udah lama terjadi, tapi baru ketahuan sekarang," kata Anwar Ilyas kepada Tribun, Jumat (10/3/2017).

Anwar mengatakan penetapan dua Kepsek sebagai tersangka harus menjadi pelajaran bagi sekolah lain untuk menghindari adanya pungutan, termasuk bagi orangtua siswa yang melakukan pembayaran demi memaksakan anaknya masuk ke sekolah favorit bila tidak lulus.

Baca: Kejari Masih Pelajari Laporan Kasus Pungli SMA 21 Makassar

"Yang jelas praktik suap atau gratifikasi terjadi karena ada yang memberi dan ada yang menerima. Jadi penyuap dan disuap bisa dipidana," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Makassar menetapkan dua Kepala Sekolah Favorit di Makassar sebagai tersangka. Mereka adalah Kepsek SMA Negeri 1 Makassar, Abdul Hajar dan Kepsek SMA Negeri 5 Makassar, Muh Yusran.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help