Wisata Sulsel

Pengunjung Wisata Bungnge Citta Sidrap Dilarang Berenang Saat Azan Berkumandang

Objek wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bungnge Citta Nene Mallomo ini, juga kental dengan pesan-pesan agama.

Pengunjung Wisata Bungnge Citta Sidrap Dilarang Berenang Saat Azan Berkumandang - bungnge-citta-sidrap_20170305_170121.jpg
amiruddin/tribunsidrap.com
Objek Wisata Bungnge Citta Nene Mallomo di Jl HM Yunus atau Poros Sidrap-Soppeng, Minggu (5/3/2017).
Pengunjung Wisata Bungnge Citta Sidrap Dilarang Berenang Saat Azan Berkumandang - bungnge-citta-sidrap_20170305_170050.jpg
amiruddin/tribunsidrap.com
Objek Wisata Bungnge Citta Nene Mallomo di Jl HM Yunus atau Poros Sidrap-Soppeng, Minggu (5/3/2017).
Pengunjung Wisata Bungnge Citta Sidrap Dilarang Berenang Saat Azan Berkumandang - bungnge-citta-sidrap_20170305_170138.jpg
amiruddin/tribunsidrap.com
Objek Wisata Bungnge Citta Nene Mallomo di Jl HM Yunus atau Poros Sidrap-Soppeng, Minggu (5/3/2017).

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE - Objek Wisata Bungnge Citta Nene Mallomo bisa menjadi pilihan Anda untuk berakhir pekan.

Objek wisata yang baru beroperasi awal tahun ini, tiap akhir pekan selalu dipadati wisatawan.

Letaknya yang strategis, karena berada di Jl HM Yunus atau Poros Sidrap-Soppeng itu, membuat wisatawan dapat dengan mudah mengunjungi objek wisata baru itu.

Terletak kurang lebih 5 Km dari pusat Kota Sidrap, Pangkajene, dan dapat ditempuh hanya dengan waktu lima menit.

Pada objek wisata itu terdapat 2 kolam.

Kolam pertama diperuntukkan bagi wisatawan yang ingin berenang, sedangkan kolam kedua diperuntukkan untuk budidaya ikan nila dan ikan koi.

Pengelola objek wisata Sulfianto menyebutkan, objek wisata yang dikelolanya berbeda dengan objek wisata lainnya.

"Selain wisata air, tempat ini juga sarat akan budaya," kata Sulfianto kepada TribunSidrap.com, Minggu (5/3/2017).

Sulfianto menceritakan, konon di tempat inilah dahulu La Pagala alias La Makkarau, atau yang lebih dikenal dengan Nene Mallomo pernah menghentakkan kakinya, lalu muncullah mata air.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help