Pungli Penerimaan Siswa Baru Makassar

Bantah Pernah Pungli, Kepsek SMAN 1 Makassar Belum Tahu Jadi Tersangka

"Saya belum dapat informasi dari Kejaksaan. Tapi mudah mudahan itu terjadi,"kata Abdul Hajar kepada Tribun saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya.

Bantah Pernah Pungli, Kepsek SMAN 1 Makassar Belum Tahu Jadi Tersangka
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
Kepala SMAN 1 Makassar, Abdul Hajar (kanan) 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kepala SMA Negeri 1 Makassar, Abdul Hajar mengaku belum mendapatkan informasi seputar penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Makassar atas kasus dugaan pungli penerimaan siswa baru di Sekolah itu.

"Saya belum dapat informasi dari Kejaksaan. Tapi mudah mudahan itu terjadi," kata Abdul Hajar kepada Tribun saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya.

Andi Hajar mengatakan ia enggan memberikan komentar terlalu jauh sebab pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari Kejaksaaan Negeri Makassar soal penetapan dirinya.

Sebelumnya Abdul Hajar membantah adanya pungutan liar pada penerimaan calon siswa baru tahun 2016 lalu di SMA Negeri 1 Makassar "Tidak ada pungutan, itu semata mata sumbangan dari pihak orang tua siswa sesuai dengan keihlasannya, tapi tanpa ada paksaan,"kata Abdul Hajar.

Hajar mengakui jika ada penambahan bangku dua kelas untuk calon siswa baru. Tapi itu adalah semata mata dorongan dari masyarakat dan atas rekomendasi dari Dinas Pendidikan.

"Memang ada penambahan dua kelas dengan jumlah 100 siswa lebih, tapi itu sesuai dengan hasil rapat dan koordinasi dari Diknas," sebutnya.

Menurutnya, dalam penerimaan sumbangan itu dilakukan langsung oleh panitia dan bendahara penerimaan siswa baru. Sumbangan itu tidak melalui langsung Kepala Sekolah.

Adapun bantuan sumbangan yang diterima pihak sekolah dari calon siswa baru dipergunakan untuk pengadaan bangku, perbaikan pagar dan berbagai keperluaan lainya.

Ia mengaku sudah pernah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Kejari Makassar tudingan pungli yang saat ini diusut Kejaksaan.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help