Lihat Buktinya, Ternyata Inilah Permintaan Jokowi Sebelum Iparnya Tersangkut Kasus Suap

Rajamohanan menjanjikan fee kepada Handang sebesar Rp 6 miliar. Dari jumlah itu, sebagian uang akan diberikan untuk Muhammad Haniv.

Lihat Buktinya, Ternyata Inilah Permintaan Jokowi Sebelum Iparnya Tersangkut Kasus Suap
TRIBUNNEWS.COM/BIROPERS/AGUS SUPARTO
Presiden RI, Jokowi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi angkat bicara soal adik iparnya, Arif Budi Sulistyo, yang disebut dalam dakwaan kasus suap pejabat Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan.

Jokowi mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memproses hukum siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu.

"Ya kalau ada yang enggak benar diproses hukum saja. Kita semua menghormati proses hukum yang ada di KPK. Kita semua menghormati," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

"Saya yakin KPK bekerja sangat profesional dalam memproses semua kasus," tambahnya.

Jokowi juga menegaskan bahwa ia sudah berkali-kali mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak memercayai orang-orang yang datang mengatasnamakan keluarganya.

"Mungkin lebih dari lima kali. Di sidang kabinet, pertemuan dengan dirut-dirut BUMN, semua saya sampaikan. Saya kira penjelasan yang sangat jelas," ucapnya.

Melalui akunnya pada Twitter, Jokowi juga telah mengingatkan kepada semua pihak agar mengabaikan jika ada yang mencatut namanya untuk mendapatkan sesuatu.

"Siapapun catut nama saya (keluarga/relawan/pejabat/lainnya), minta jabatan/proyek abaikan saja. Pemerintahan bersih harus dipraktikkan -Jkw," kicau akun @jokowi, 21 Januari 2016 atau setahun sebelum Arif diperiksa KPK.

Kicauan tersebut kemudian kembali disebar orang-orang dekat Jokowi.

[Screenshot kicauan Presiden RI, Jokowi.]
[Screenshot kicauan Presiden RI, Jokowi.] 
Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help