Karena Moratorium, Pemkot Makassar Terancam Kekurangan PNS

Mereka yang pensiun ini bertugas di sejumlah bidang seperti di Sekretariat, Pendidikan, Kecamatan, Kesehatan, dan Petugas Teknis.

Karena Moratorium, Pemkot Makassar Terancam Kekurangan PNS
int
www.tribun-timur.com 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar terancam kehabisan pegawai negeri sipil, Kamis (9/2/2017).

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar Basri Rakhman mengatakan hal tersebut disebabkan karena moratorium yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Pemberdayan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Kemenpan RB di Jakarta.

"Jika moratorium ini berlanjut, Pemkot akan kehabisan pegawai negeri," ujar Basri.

Ia mengungkapkan di tahun 2016 saja, tercatat 300 PNS yang masuk masa pensiun.

Mereka yang pensiun ini bertugas di sejumlah bidang seperti di Sekretariat, Pendidikan, Kecamatan, Kesehatan, dan Petugas Teknis.

Dengan itu besar harapan Basri, Pemerintah Pusat bisa mengeluarkan kebijakan dengan membuka penerimaan PNS di tahun 2017 ini.

Menurut Basri, minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) dapat berpengaruh dengan sistem pemerintahan yang sedang berjalan.

Olehnya, kerja-kerja tim sangat berpengaruh di masa-masa moratorium ini.

"Kalau kondisi sekarang tidak bisa kerja tim, yakin saja perangkat kerja itu tidak terkontrol dan menyelesaikan tugasnya," Basri menambahkan.

"Untunglah, di Pemkot Makassar ada honorer yang bisa dimanfaatkan jasanya," kata Basri lagi.

Sekadar diketahui, jumlah honorer di Makassar sekitar 5199 orang, sedangkan pegawai sebanyak 11.000.

Lebih jauh dikatakan Basri, wacana Pemerintah Pusat soal penerimaan PNS itu masih belum pasti.

Sehingga pihaknya menyarankan pencari kerja untuk tetap bersabar menantikan dibukanya kembali penerimaan PNS.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help