Ini Masalah Sehingga Pembangunan Bandara Buntu Kunyi Tana Toraja Tersendat

Dua bukit yang mengapit menjadi persoalan yang harus dikaji ulang oleh Kemenhub, selain perhitungan ulang anggaran yang dibutuhkan.

Ini Masalah Sehingga Pembangunan Bandara Buntu Kunyi Tana Toraja Tersendat
yultin/tribuntoraja.com
Anggota Komisi V DPR RI meninjau lokasi pembangunan Bandara Buntu Kunyi di Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Kamis (2/2/2017) siang. 

TRIBUNTORAJA.COM, MENGKENDEK - Pembangunan Bandara Buntu Kunyi, Tana Toraja, terhenti akibat kesalahan yang dilakukan Departemen Perhubungan RI.

Hal ini terungkap saat 13 anggota Komisi V DPR RI meninjau lokasi pembangunan bandara tersebut di Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Kamis (2/2/2017) siang.

"Karena adanya margin error dan temuan BPK di Dephub, sehingga kelanjutan Bandara Buntu Kunyi tersendat," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, kepada awak media di lokasi bandara baru ini.

Dua bukit yang mengapit menjadi persoalan yang harus dikaji ulang oleh Kemenhub, selain perhitungan ulang anggaran yang dibutuhkan.

Pada studi awal yang dibuat tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum proyek ini dilaksanakan, biaya yang dibutuhkan senilai Rp 500 miliar.

Sementara Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan, Supra Setyo, yang mendampingi Komisi V, enggan mengomentari saat dikonfirmasi soal studi awal yang dikaji ulang saat anggaran APBN senilai Rp 250 miliar telah dicairkan untuk membangun bandara tersebut.

"Saya tidak berani jawab soal itu ya," ungkap Supra Setyo, kepada TribunToraja.Com, saat dijegat dipintu masuk kendaraannya.

Wakil Preaiden RI, Jusuf Kalla, telah memerintahkan Departemen Perhubungan menyelesaikan persoalan teknis di Bandara Buntu Kunyi ini

Penulis: Yultin Rante
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved