Pemkab Gowa Larang PKL Berjualan di Sepanjang Jl Tun Abdul Razak

Penertiban ini pun dilakukan demi mewujudkan program Gowa Tidak Macet (Godacet) yang sudah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Pemkab Gowa Larang PKL Berjualan di Sepanjang Jl Tun Abdul Razak
HANDOVER
Anggota Satpol PP Gowa melakukan sosialisasi penertiban PKL di Jl. Tun Abdul Razak. Mereka diberi waktu meninggalkan lokasi itu hingga tiga hari kedepan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA-Pemerintah Kabupaten Gowa memberikan waktu selama tiga hari kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jl Tun  Abdul Razak untuk meninggalkan lokasi tersebut.

Hal ini diutarakan Kepala Satpol PP Gowa, Alimuddin Tiro, usai melakukan sosialisasi, Kamis (26/1/2017).

"Kita memang sekarang rutin melakukan penertiban PKL di beberapa titik rawan kemacetan. Salah satunya di Jl. Tun Abdul Razak itu," katanya.

Penertiban ini pun dilakukan demi mewujudkan program Gowa Tidak Macet (Godacet) yang sudah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Gowa.

"Tapi kita baru sosialisasi dulu. Termasuk pedagang makanan dan buah-buahan disejumlah ruas jalan tersebut. Terutama pedagang yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan. Kita kasih batas waktu tiga hari," katanya lagi.

Dalam Sosialisasi dan menginventarisir barang jualan pedagang, Satpol PP diturunkan 20 personelnya.

Nantinya, PKL itu akan dipindahkan ke Pasar Induk Minasa Maupa Sungguminasa.

"Kami juga tadi langsung tinjau lokasi lods di pasar bersama Pak Kadisperindag, Andi Sura. Karena mereka itu akan kami pindahkan kesana,".

Sementara itu, Kepala Pasar Minasa Maupa, Zainuddin Langke Daeng Tompo,  mengatakan pihaknya memang sudah menyiapkan tempat untuk para pedagang.

"Untuk pedagang makanan kami siapkan lahan dan yang tersedia bisa sampai 100 penjual kalau untuk makanan. Pak Kadisperindag juga sudah turun langsung cek. Termasuk Cafe dilantai atas yang sudah siap. Supaya bisa menarik pembeli juga jika mereka lihat banyak orang yang datang," ujarnya. (*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved