Headline News Hari Ini

Masa Tunggu Haji Sulsel Turun 5 Tahun

Pengurangan waktu masa antre itu dipengaruhi selesainya proyek renovasi Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi.

Masa Tunggu Haji Sulsel Turun 5 Tahun
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Suasana fasilitas dan gedung baru calon Jemaah Haji di Asrama Haji Sudiang, Kelurahan Sudiang, Biringkanaya, Makassar, Senin (23/1/2017). Tiga wisma bernama Wisma Raodah, Wisma Zamzam dan Wisma Bir Ali bernuansa timur tengah yang dimulai pada 2015 lalu, dan mulai terwujud di 2017 dan akan diresmikan pada bulan maret dan akan digunakan calon jemaah haji 2017. Untuk membangun tiga gedung berkonsep arsitektur mediterania, pengelola Asrama Haji menggelontorkan dana sebesar Rp 87 miliar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUN-TMUR.COM, MAKASSAR -Daftar tunggu haji Sulawesi Selatan (Sulsel) berkurang lima hingga enam di seluruh kabupaten/kota.

Pengurangan waktu masa antre itu dipengaruhi selesainya proyek renovasi Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi.

Daya tampung Masjidil Haram sudah normal, maka kuota haji Indonesia, termasuk Sulsel, juga dikembalikan seperti semula. Sulsel tahun ini dapat kuota 7221 orang.

Dari total kuota haji Sulsel tahun ini, Makassar yang paling banyak, 1132 orang. Tanah Toraja mendapat jatah terkecil, 35 orang.

Tahun lalu, Makassar hanya mendapat 906 kuota dengan pengantre sebanyak 27.585. Kini daftar tunggu haji di Makassar turun dari Tahun 2045 ke 2040, 23 tahun.

Tahun lalu, Tana Toraja hanya kegian 28 kuota dengan pendaftar mencapai 586, masa tunggu hingga Tahun 2036.

Dari data yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel di Makassar, Selasa (24/1), Kabupaten Sidrap tetap menjadi daerah dengan masa penantian naik haji terlama di Sulsel dan Indonesia, 35 tahun.

Berita selengkapnya dapat dibaca pada edisi cetak Harian Tribun Timur, Rabu (25/1/2017) hari ini. (*)

Editor: Suryana Anas
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved