Kasus Korupsi Bak Sampah Enrekang Masuk Tahap Tuntutan Pengadilan Tipikor Makassar

Sudah 10 kali persidangan kasus tersebut digelar dan telah menghadirkan 15 saksi dari jaksa penuntut, satu saksi dari pihak penasehat hukum terdakwa.

Kasus Korupsi Bak Sampah Enrekang Masuk Tahap Tuntutan Pengadilan Tipikor Makassar
Muh Azis Albar/TribunEnrekang.com
Kasi Pidum Enrekang Andi Muh Taufik di Kantornya, Jl Pancaitana Bungawalie, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Selasa (24/1/2017). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bak sampah yang menghabiskan anggaran Rp 540 juta dari APBD 2014 Kabupaten Enrekang sudah memasuki tahap tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Hal itu disampaikan Tim Jaksa penuntut kasus tersebut yang juga merupakan Kasi Pidum Enrekang Andi Muh Taufik saat ditemui TribunEnrekang.com, di kantornya, Jl Pancaitana, Bungawalie, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Selasa (24/1/2017).

Menurut Andi Taufik, sudah 10 kali persidangan kasus tersebut digelar dan telah menghadirkan 15 saksi dari jaksa penuntut, satu saksi dari pihak penasehat hukum terdakwa.

"Insya Allah Kamis besok akan dilanjutkan lagi dengan agenda sidang pembacaan tuntutan," kata Andi Taufik.

Dia menjelaskan, sesuai pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Selatan tahun 2015, proyek bak sampah tersebut diduga merugikan negara senilai Rp 151 juta.

Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bak sampah yang merugikan negara Rp 151 juta melibatkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Enrekang, Hardi, yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (KKLHKP).(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help