Cuaca Ekstrim, Umat Hindu Luwu Timur Gelar Upacara Tolak Bala

Pemarisuda Bumi juga memanjatkan doa dan menetralisir keadaan alam yang bersifat negatif.

Cuaca Ekstrim, Umat Hindu Luwu Timur Gelar Upacara Tolak Bala
ivan/tribunlutim.com
Suasana upacara Pemarisuda Bumi di lapangan Desa Cendana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, Rabu (28/12/2016) sore. 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Umat Hindu di Luwu Timur menggelar upacara keagamaan Pemarisuda Bumi di lapangan Desa Cendana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, Rabu (28/12/2016) sore.

Upacara berkaitan beberapa warga Hindu meninggal akibat sambaran petir dan puting beliung saat sedang berada di sawah.

Pemarisuda Bumi juga memanjatkan doa dan menetralisir keadaan alam yang bersifat negatif.

Umat Hindu juga memohon ampun atas dosa dan perbuatan tercela yang telah di perbuat selama ini.

"Menjaga kesucian bumi dan isinya menjadi tujuan upacara ini," kata Ketua Parasida Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Luwu Timur, Wayan Sudarsana, saat sambutan.

Ia menambahkan, peristiwa kematian disambar petir bagi mayoritas umat Hindu disebut sebagai peristiwa yang terjadi di luar nalar.

"Makanya perlu dilakukan upacara untuk menetralisir berbagai dampak yang diakibatkan peristiwa tersebut," ujarnya.

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler berharap kegiatan ini dapat memberi dampak positif agar Bumi Batara Guru kembali bersih dari berbagai bala bencana. 

"Harapan kita semua dari upacara ini, peristiwa serupa tidak terulang lagi" jelasnya.

Hadir Ketua PHDI Sulsel Ir Nyoman Sumaya, Kajari Malili, Ida Komang Ardhana, Anggota DPRD, I Made Sariana, perwakilan FKUB Luwu Timur, para camat dan ratusan umat hindu.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved