LSP Politani Pangkep Gelar Pelatihan Asesor Kompetensi

LSP Politani Pangkep bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Bungoro, SMK 2 Bungoro, dan SMK Muhammadiyah Bungoro, Kabupaten Pangkep.

LSP Politani Pangkep Gelar Pelatihan Asesor Kompetensi
dok LSP Politani Pangkep
Para peserta Pelatihan Asesor Kompetensi berfoto bersama assesor pelatihan di Hotel Raising, Jl Racing Centre, Makassar, Sabtu (24/12/2016). Pelatihan ini akan dilanjutkan dengan ujian kompetensi di TUK Politani Pangkep, Minggu-Senin (25-26/12/2016). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (PPNP) atau yang akrab dikenal dengan Politani Pangkep menggelar Pelatihan Asesor Kompetensi di Hotel Raising, Jl Racing Centre, Makassar, Rabu-Sabtu (21-24/12/2016).

Pada pelatihan ini, LSP Politani Pangkep bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Bungoro, SMK 2 Bungoro, dan SMK Muhammadiyah Bungoro, Kabupaten Pangkep.

Ketua Panitia Yusniati, menyebutkan jumlah peserta pada pelatihan ini sebanyak 20 orang. Selain guru-guru dan instruktur SMK, ada juga peserta dari dosen perguruan tinggi.

“Peserta sebanyak 20 orang, guru-guru SMK di Bungoro Pangkep. Ada juga dari Politeknik Nunukan, Universitas Muhammadiyah Parepare, SUPM Bone, Politeknik Nunukan, dan juga ada dari Politani Pangkep,” ujarnya.

Adapun bidang ilmu yang diikuti peserta yakni bidang perhotelan, tata boga, tata busana, kelautan-perikanan, komputer, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknik listrik, dan teknik mesin.

Ketua LSP Politani Pangkep A Yuslim Patawari SSTp MP menambahkan, para peserta selain mendapatkan materi dari assesor LSP Politani Pangkep, juga dari master assessor BNSP Syairuddin dan Mulyo Budi Setiawan.

“Jadi setelah para peserta ini mengikuti pelatihan selama empat hari, maka akan dilanjutkan dengan Assessment Calon Assessor di Kampus Politani Pangkep dan di SMK 2 Bungoro,” kata Yuslim.

Salah seorang pserta, Muh Kasim dari Politeknik Diluar Domisili (PDD) Nunukan (dibawahi Politeknik Negeri Samarinda) mengatakan, untuk kali pertama merasakan mengikuti pelatihan yang sebenar-benarnya.

“Saya baru pertama kali ikut pelatihan serius seperti ini. Kita belajar dari pagi sampai sore. Bahkan sempat sampai malam. Bagusnya karena semua peserta penuh semangat dan termotivasi ikut dari awal hingga akhir,” ujarnya. (*)

Penulis: Arif Fuddin Usman
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved