Wali Kota Perempuan Pertama RI Ternyata di Makassar

Dari sekitar 500 kota/kabupaten di Indonesia, belasan perempuan yang menjabat sebagai bupati atau wali kota

Wali Kota Perempuan Pertama RI Ternyata di Makassar
int
kepala daerah wanita di indonesia

MUNGKIN nama Salawati Daud tidak banyak yang tahu. Siapa sangka jika dia adalah salah satu perempuan berpengaruh dalam sejarah kepemimpinan di Kota Makassar, Sulsel.

Siapa Salawati Daud? Berdasarkan data wikipedia.org, ia adalah seorang aktivis perempuan dan pejuang kemerdekaan serta mantan anggota DPR RI.
Salawati bahkan merupakan perempuan Indonesia pertama yang menempati posisi Wali Kota Makassar tahun 1949. Bukan itu saja, ia tercatat sebagai Wali Kota Makassar yang pertama di bawah Pemerintahan Republik Indonesia.

Tahun 1945, ia menerbitkan majalah wanita di Makassar. Selain majalah Wanita, ia juga memimpin Majalah Bersatu yang oplahnya mencapai 2000-an.
Usai Proklamasi 17 Agustus 1945, Makassar diduduki sekutu yang diboncengi NICA. Sam Ratulangi, tokoh yang ditunjuk Bung Karno sebagai Gubernur Sulawesi ditangkap.

Bentrokan antara rakyat dan pelajar Makassar melawan NICA terus berkecamuk. Salawati Daud sudah aktif dalam gerakan itu. Ia bersama kawan-kawannya di Partai Kedaulatan Rakyat mendirikan “Tim Penerangan” untuk mengkampanyekan penolakan terhadap kehadiran kolonialis Belanda di Sulawesi.

Salawati tak hanya berkampanye, ia juga memanggul senjata melawan tentara NICA. Sejumlah sumber menyebutkan, Ia bersama Emmy Saelan bertempur melawan Belanda. Mungkin karena pertimbangan itulah, ia ditunjuk sebagai Wali kota pertama di Makassar.

Nama asli Salawati Daud ternyata Charlotte Salawati. Salawati menikah dengan seorang pejabat pemerintah dari Kabupaten Maros. Salawati kemudian melanjutkan kiprahnya ke Jakarta.

Namun, ada juga yang menyebutkan jika wali kota wanita pertama di Indonesia adalah di Manado, Sulut, yang bernama Agustine Magdalena Waworuntu. Agustine mulai memerintah di Manado akhir 1949 tetapi baru diresmikan pada Maret 1950.

Agustine kelahiran 4 Juni 1899 yang akrab disapa Tiene. Ia menjadi wali kota melalui pemilihan umum terbatas. Sejumlah sumber lain juga menyebut namanya adalah Kandouw Waworuntu.

Saat ini di Indonesia juga terdapat sejumlah perempuan yang menjadi kepala daerah. Dari sekitar 500 kota/kabupaten di Indonesia, belasan perempuan yang menjabat sebagai bupati atau wali kota. Namun total ada 30-an lebih wanita yang menjadi kepala dan wakil kepala daerah di Indonesia.

Beberapa diantaranya yaitu Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, Bupati Minahasa Selatan, Cristiany Eugenia Paruntu.(*)

Editor: Ridwan Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved