TribunTimur/
Home »

Gowa

Maddusila Lantik Delapan Panglima Adat

Terbentuknya panglima adat ini menurut Maddusila dibentuk agar mereka yang dapat memahami etika dan kesantunan yang harus dimiliki oleh yang muda maup

Maddusila Lantik Delapan Panglima Adat
TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN
Raja Gowa ke 37 Andi Maddusila Karaeng Idjo, melantik delapan petinggi keluarga kerajaan Gowa dengan gelar panglima tinggi. Jika dulu gelar panglima itu adalah panglima perang, maka sekarang diistilahkan sebagai panglima adat. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Raja Gowa ke 37 Andi Maddusila Karaeng Idjo, melantik delapan petinggi keluarga kerajaan Gowa dengan gelar panglima tinggi. Jika dulu gelar panglima itu adalah panglima perang, maka sekarang diistilahkan sebagai panglima adat.

Pelantikan ke delapan panglima adat itu digelar sederhana di Istana Museum Balla Lompoa, yang dirangkaikan dengan Maudu Lompoa kalangan keluarga Kerajaan Gowa, kemarin.

Andi Maddusila, menjelaskan terkait pelantikan delapan panglima adat kerajaan bukan dijadikan sebagai panglima perang tapi hanya jabatan panglima adat guna menjaga adat dan budaya eks kerajaan Gowa yang pernah berjaya di zamannya.

"Tugas mereka adalah membantu kami dalam rangka mensosialisasikan adat kebudayaan Kerajaan Gowa. Membantu memberikan bimbingan kepada generasi muda agar Abbulo Sibattang Sipakatau, saling menghargai tetap dinomorsatukan, bukan saling mencederai," katanya.

Delapan petinggi adat yang dilantik meliputi tujuh orang bersimbol panglima laskar tubarani dan seorang lagi sebagai menteri khusus angkatan perang kerajaan Gowa. Menteri khusus inilah yang membawahi ketujuh panglima laskar tubarani atau tujuh koordinator wilayah.

Mereka yang dilantik itu yakni Andi Massualle Ago Karaeng Ribura'ne. Andi Massuale Ago Karaeng Ribura’ne ini bergelar Karaeng Pabbundukang Toa dan diangkat sebagai Menteri Khusus Angkatan Perang Kerajaan Gowa yang membawahi tujuh koordinator wilayah yang disebut Panglima Laskar Tubarani Kerajaan Gowa tersebut.

Sementara ke tujuh panglima adat lainnya yang dilantik yakni Panglima Laskar Somba Opu yang dijabat oleh HM Hendrik Daeng Tula, Panglima Laskar Bajeng dijabat olrb Makmur Daeng Sese, Panglima Laskar Pallangga dijabat oleh Amran Azis Daeng Ngila, Panglima Laskar Tombolo Pao, Parigi dan  Tinggimoncong dijabat Andi Agung H Iskandar, Panglima Laskar Bontonompo dijabat oleh H AM Rivai Daeng Mile, Panglima Laskar Bontomarannu dijabat Daeng Jarung, serta Panglima Laskar Barombong dijabat oleh Andi Hasanuddin Patta Tutu.

Terbentuknya panglima adat ini menurut Maddusila dibentuk agar mereka yang dapat memahami etika dan kesantunan yang harus dimiliki oleh yang muda maupun yang tua.

"Yang muda menghargai yang lebih tua dan yang tua membina yang muda. Sehingga muncul Gowa yang diharapkan lebih bersatu lagi,” tambah Maddusila.

Acara tersebut mendapat pengawasan ketat dari pihak Polres Gowa. Bahkan sehari sebelum acara itu berlangsung.

Andi Baso Mahmud,  mengatakan kegiatan yang dilakukan pihak keluarga kerajaan Gowa yang dipimpin langsung Andi Maddusila Daeng Mannyonri sebagai Raja Gowa ke 37 versi keluarga kerajaan merupakan satu kegiatan ritual keluarga Raja Gowa yang pelaksanaannya dirangkai dengan peringataan Maudu Lompoa keluarga kerajaan.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help