TribunTimur/

Kasus Percaloan Maba di Unhas Terbongkar, Ombudsman: Jangan Sampai Ada Konspirasi

Pihak Ombudsmen Sulsel menyebutkan, pada tahun 2015 ada kasus yang mereka tangani terkait mahasiswa kedokteran Unhas yang di Drop Out

Kasus Percaloan Maba di Unhas Terbongkar, Ombudsman: Jangan Sampai Ada Konspirasi
TRIBUN TIMUR/SALDY
Ketua Ombudsman Sulsel, Subhan Djoer 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Ombudsman Sulsel mencurigai adanya konspirasi besar dalam kasus percaloan mahasiswa baru dengan mencatut tanda tangan Rektor Universitas Hasanudin Unhas untuk masuk ke Fakultas Kedokteran.

Kepala Perwakilan Ombudsman di Sulsel, Subhan mengakui, kasus tersebut bisa dilihat dan dianalisis seberapa banyak mayoritas mahasiswa dengan latar belakang orang tua mampu dan juga orang tua dari kalangan Dokter.

"Kita bisa lihat mahasiswa di kedokteran unhas itu kebanayakan anak dokter dan anak dosen. Ini juga patut diduga adanya permainan, tentu mereka legal," ujarnya kepada tribun, Rabu (7/12/2016) malam.

Hal tersebut tentu dinilai akan menutup pintu bagi calon mahasiswa Kedokteran dari kalangan orang miskin untuk masuk ke Unhas. Apalagi dengan adanya kerja kolektif untuk loloskan yang berduit.

Pihak Ombudsman Sulsel menyebutkan, pada tahun 2015 ada kasus yang mereka tangani terkait mahasiswa kedokteran Unhas yang di Drop Out (DO). Tapi usai dipelajari berkas kasus bersangkutan, Ombudsman kemudian menolak.

"Ada tahun lalu kami menolak kasus DO yang dilaporkan mahasiswa kedokteran yang orang tuanya adalah dosen. Tapi setelah kami pelajari kasusnya memang anak itu bermasalah," ungkap Subhan.

Untuk itu, pihak Ombudsman Sulsel pun mendesak agar pihak brikrasi Unhas bisa memproses kasus itu secara hukum dan jangan imbas dari kasus tersebut akan merugikan masyarakat.(*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help