Hindari Ninabobo, Legislator PKB Minta Anak Muda NU Bentuk Lembaga Survei Syariah

Penggagas Nuriset, Surheman, mengatakan, Nuriset akan tampil beda, menjadi lembaga survei syar'i, independen, dan amanah.

Hindari Ninabobo, Legislator PKB Minta Anak Muda NU Bentuk Lembaga Survei Syariah
dok.tribun
NUSANTARA RISET - Empat dosen statistika dari STIE YPUP Makassar, Harry Yulianto, Indra Fauzi Ilyas, Helmy Syamsuri, Iryani, serta anggota DPRD Sulsel Irwan Hamid (kanan) menjelaskan sejarah dan etika riset dalam diskusi publik dirangkaikan perkenalan Lembaga Nusantara riset (Nuriset) di Gedung Tribun Timur, Makassar, Rabu (30/11/2016) sore. Nuri dididirkan sejumlah kader muda Nahdlatul Ulama (NU) bertekad menjadi lembaga survei alternatif tang hadir dengan semangat syariah dan independen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Empat dosen statistika dari STIE YPUP Makassar, Harry Yulianto, Indra Fauzi Ilyas, Helmy Syamsuri, Iryani, serta anggota DPRD Sulsel Irwan Hamid menjadi narasumber Diskusi Publik Elektabilitas Survei Statistik Penentu Pilihandi Gedung Tribun Timur, Makassar, Rabu (30/11/2016) sore.

Diskusi yang dirangkaikan perkenalan Nusantara Riset (Nuriset) dan dipandu mantan Ketua Pergerakan Mahasuiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar itu dihadiri puluhan mahasiswa dan aktivis pemuda.

Indra menjelaskan sejarah elektabilitas politik. Menurutnya, survei berbasis pada ilmu statistika dan memiliki metodologi.

Helmy lebih fokus menjelaskan perbedaan elektabilitas dan popularitas. “Popularitas adalah tingkat pengenalan orang terhadap figur, baik dikenal baik maupun tidak baik. Sedangkan elektabilitas tingkat keterpilihan figur dalam pemilu,” jelas Helmy.

Iryani menegaskan, aktivitas survei diatur dalam undang-undang. “Dalam undang-undang disebutkan aturan dan tatacara melakukan survei serta kewajiban bagi penyelenggara survei untuk mempublikasikan hasil survei ke masyarakat agar masyarakat bisa mengetahui hasilnya,” kata Iryani.

Menurutnya, survei harus dilakukan sesuai metodologi yang ditegaskan dalam undang-undang dan tidak boleh disembunyikan hasilnya.

Irwan yang juga anggota Fraksi PKB DPRD Sulsel menjelaskan pengalamannya menjadi calon Wali Kota Palopo 2013-2018.

Dia mengaku bersemangat melanjutkan pencalonannya karena “dininabobo” oleh lembaga survei. Dia diiming-imingi tingkat elektabilitas yang menjanjikan sehingga rela mengeluarkan uang untuk membiayai aktivitas tim sukses dan lembaga konsultan.

“Padahal hasilnya tidak seperti hasil survei. Makanya, saya berharap, teman-teman yang bergelut di lembaga survei jangan hanya menyampaikan hasil yang baik-baik sehingga kita sebagai calon di-Nina Bobo. Jujurlah, sampaikan apa adanya,” jelas Irwan.

Dia berharap Nuriset tampil beda dan menjadi lembaga survei syariah. “Jadi kalau ada lembaga survei konvensional, saya berharap Nuriset ini menjadi lembaga survei syariah, yang betul-betul melakukan survei dengan amanah dan menyampaikan hasilnya apa adanya ke kandidat,” jelas Irwan.

Penggagas Nuriset, Surheman, mengatakan, lembaga yang didirikan generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar ini akan tampil beda.

“Kalau Nuriset ini akan seperti lembaga-lembaga survei yang sudah ada, saya kira tidak perlu kita repot-repot mendirikannnya. Kita dirikan Nuriset ini karena kita ingin menyajikan lembaga survei alternatif ke masyarakat, yang syar’i, amanah, independen, dan akuntabel,” jelas Suherman.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: AS Kambie
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help