Diduga Aniaya Seorang Rentenir, Nur Rahma Ditahan Bersama Bayinya

Sebelumnya diketahui, Nur Rahma ditahan lantaran dilaporkan oleh Andi Nurmiah (38) warga Jl Pampang terkait kasus penganiayaan.

Diduga Aniaya Seorang Rentenir, Nur Rahma Ditahan Bersama Bayinya
int
www.tribun-timur.com 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Hanya karena persoalan pertengkaran sepele, Nur Rahma Amalia (28) warga Jl Sabutung ini harus mendekam di sel tahanan Polres Pelabuhan bersama anak bayinya yang masih berusia lima bulan. Ia mendekam di sel tahanan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sejak Senin (28/11/2016) lalu.

Bahkan Nur Rahma awalnya berada di sel dan ditemani oleh tujuh anaknya yang juga berusia belia. Alasannya dikarenakan ketujuh anaknya tak bisa jauh dan dirawat langsung oleh ibunya, sebab suaminya, Irwan, sedang merantau di Kalimantan.

Namun enam diantara ketujuh anaknya mulai dipulangkan ke rumah keluarga, Rabu sore (30/11/2016)."Baru tadi sore terpaksa dipulangkan itu enam anaknya, sedangkan yang masih bayi tinggal karena butuh disusui," ucap Sri, saudara dari Nur Rahma.

Sebelumnya diketahui, Nur Rahma ditahan lantaran dilaporkan oleh Andi Nurmiah (38) warga Jl Pampang terkait kasus penganiayaan. Kejadian tersebut terjadi pada April 2016 lalu.

Namun Sri menjelaskan jika pada kasus serupa, saudaranya juga turut melaporkan Andi Nurmiah."Sama-sama ji' melapor, tapi Nur ditangkap, sedangkan Andi Nurmiah dikenakan ji' wajib lapor," ungkapnya.

Sri menambahkan jika alasan kepolisian tak memproses lebih lanjut kasus tersebut dikarenakan laporan yang dibuat dinyatakan hilang oleh Penyidik PPA.

Sedangkan terkait aksi saling lapor melapor pada April lalu tersebut ditengarahi akibat Nur Rahma mempertanyakan kasus pelaporan yang dilakukan Nurmala yang mengakibatkan Ibu Nur Rahma, Sitti Ramlah dipenjara sejak 2015 lalu.

"Kan ini Andi Nurmala rentenir, ada masalah pinjaman uang terus dipertanyakan ki' kenapa sampai tega sekali tapi dia malah pukul Nur Rahma yang waktu itu masih hamil delapan bulan, jadinya ada pertengkaran tapi bukan pengeroyokan," pungkas Sri.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, AKP Ivan Wahyudi membenarkan penahan terhadap Nur tersebut lantaran diduga melakukan penganiayaan. Namun ia membantah ketujuh anaknya ikut bermalam di kantor polisi.

"Tidak benar itu kalau bermalam, hanya ibunya saja. Pasti penuh sel tahanan kalau semuanya ikut ditahan," pungkas Ivan.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Alfian
Editor: Anita Kusuma Wardana
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help