Imbas PP Nomor 18 2016, Empat Organisasi Pemkot Makassar Dihapus

Dengan adanya penghapusan organisasi, tercatat sisa 41 organisasi yang sedianya berjumlah 44 organisasi.

Imbas PP Nomor 18 2016, Empat Organisasi Pemkot Makassar Dihapus
int
www.tribun-timur.com 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebentar lagi, Pemerintah Makassar kehilangan empat perangkat kerja daerah, Selasa (1/11/2016).

Hal ini diketahui atas tindak lanjut PP 18 tahun 2016 mengenai penyerasian stuktur organisasi pemerintah daerah.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar Basri Rakhman mengatakan struktur organisasi baru telah disetujui DPRD Makassar.

Dari struktur organisasi baru Pemkot Makassar kata Basri, tercatat ada 4 yang dihapus.

Perangkat kerja itu, yakni Badan Diklat Makassar, Dinas Pertamanan dan Kebersihan Makassar, Badan Narkotika Makassar, dan Badan Pemberdayaan Masyarakat.

Meski organisasi baru ini telah dikuatkan dalam bentuk Perda, struktur ini kembali di verifikasi oleh Pemprov Sulsel selaku Pemerintah Tingkat 1.

"Semoga disetujui Pemprov, kalau tidak ada perombakan tentunya kami segera laksanakan organisasi baru ini," ujar Basri.

Dengan adanya penghapusan organisasi, tercatat sisa 41 organisasi yang sedianya berjumlah 44 organisasi.

Terpisah, Kabag Ortala (Organisasi Tata Laksana) Makassar, M Syarief mengatakan PP 18 yang dilanjutkan dengan Perda ini dilaksanakan denagn peleburan empat SKPD, yakni Badan Diklat bergabung dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Selanjutnya, DPK bergabung ke Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD), BPM bergabung ke Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) dan BNK ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Mesko demikian, PP 18 ini juga menambah SKPD yang baru, yakni Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Dinas Perpustakaan, Dinas Kebudayaan, Dinas Pertanahan dan Dinas Ketahanan Pangan.

"Semoga tidak ada lagi koreksi atas usulan organisasi baru ini di Pemprov Sulsel," ujar Syarief.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved