TribunTimur/

Sahabuddin Kilkoda: Pungli Itu Jaman Dulu

Dituding rawan pungli, Kemeneterian Hukum dan HAM yang menaungi Lapas dan Imigrasi pun membantah keras penilaian dari Ombudsman RI itu.

Sahabuddin Kilkoda: Pungli Itu Jaman Dulu
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulsel, Sahabuddin Kilkoda 

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ombudsman RI menyebut ada empat praktik pungutan liar (pungli) di instansi pelayanan publik di indomesia yang harus segera diatasi.

Empat pungli tersebut terjadi pada pelayanan di lembaga pemasyarakatan (lapas), imigrasi, peradilan tilang, dan jasa pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di kepolisian.

Dituding rawan pungli, Kemeneterian Hukum dan HAM yang menaungi Lapas dan Imigrasi pun membantah keras penilaian dari Ombudsman RI itu.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulsel, Sahabuddin Kilkoda mengatakan, penilaian Ombudsman itu hanya berlaku dulu saja, dan tidak untuk saat in.

"Itu kan menurut Ombudsman saja, kalau pun dulu memang begitu tapi kan sekarang semuanya sudah dibenahi semua. Semua sekarang pengurusan dan pelayanan sudah berbasis online, jadi tidak ada lagi seperti itu," kata Sahabuddin, Sabtu (15/10/2016).

Sahabuddin menyebut, sistem online yang diterapkan di Kemenkumham saat ini tidak memungkinkan lagi adanya praktek pungli.

"Dengan sistem online, tidak mungkin lagi ada yang seperti itu. Seperti misalnya di Imigrasi saat ini semua itu sudah secara online. Kalau dulu memang mungkin saja, tapi sekarang sudah tidak ada lagi," tegasnya.

Meski begitu, ia tak mau ambil pusing dengan penilaian Ombudsman terkait praktek pungli di Kemenkumham. Ia hanya berfokus untuk.mengikuti instruksi presiden dan menteri.

"Silahkan saja kalau mau menilai seperti itu, ini zaman demokrasi semua orang bisa berpendapat. Tapi saya sudah sampaikan ke semua UPT tentang instruksi presiden dan menteri soal hal pelayanan publik yang bebas pungli," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help