TribunTimur/

Penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Digadai untuk Disetor ke Dimas Kanjeng, Rumah Pengikut di Bulukumba Kini Disegel Pembiayaan

Diduga penyegelan rumah tersebut oleh pihak PNM terkait tunggakan Hasyim yang belum terbayar saat ini,

Digadai untuk Disetor ke Dimas Kanjeng, Rumah Pengikut di Bulukumba Kini Disegel Pembiayaan
TRIBUN TIMUR/SAMSUL BAHRI
Rumah salah seorang pengikut Dimas Kanjeng di Desa Bontomangiring, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan bernama Hasyim (40) sudah disegel oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bulukumba. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

BULUKUMBA, TRIBUN - Rumah salah seorang pengikut Dimas Kanjeng di Desa Bontomangiring, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan bernama Hasyim (40) sudah disegel oleh pihak Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bulukumba.

Diduga penyegelan rumah tersebut oleh pihak PNM terkait tunggakan Hasyim yang belum terbayar saat ini, karena meminjam uang ke lembaga perbankan itu lalu disetor ke Padepokan Dimas Kanjeng Setia Pribadi Porbolinggo, Jawa Timur.

PNM Cabang Bulukumba sudah menyegel rumah Hasyim di Desa Bontomangiring sejak Jumat (14/10/2016) lalu namun baru diketahio Minggu (16/10/2016).

Pemberitahuan penyegelan tersebut disimpan di depan pintu rumah Hasyim dan memberi cat serta spanduk bahwa Tanah dan Bangunan Merupakan Jaminan Kredit yang Menunggak dan Dalam Pengawasan PNM. Dan dibawah tulisan itu terdapat tulisan besar bahwa Tanah dan Bangunan Ini Akan di Jual Atau Dilelang.

Aksi pemasangan pihak PNM di Desa Bontomangiring menggemparkan warga Bulukumba. Sebab harta rumah dan tanah milik Kordinator Dimas Kanjeng akan di sita oleh pihak PNM.
 

Terkait pemasangan papan bicara itu, oleh orang tua  ayah Hasyim, Sittiamang (70), tak tahu menahu apa yang dilakukan oleh putranya Hasyim dan Amiruddin.

"Rumah itu disegel karena Hasyim ngutang di PNM untuk setor uang ke Dimas sebagai jaminan sertifikat rumah," kata Aminah tetangga Hasyim di Desa Bontomangiring, kepad Tribunbulukumba.com. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help