Jenazah Ketua Adat Wotu Luwu Timur Diusung Pakai Rakki

Macoa Bawalipu adalah gelar yang diberikan kepada pimpinan pemangku adat di Wotu. Macoa bermakna pemimpin.

Jenazah Ketua Adat Wotu Luwu Timur Diusung Pakai Rakki
ivan/tribunlutim.com
Ratusan pelayat mengantar jenazah Pua Macoa Bawalipu ke-60, Ishaq Razak, ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kande Api, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (22/9/2016). Jenazah diusung menggunakan rakki yang terbuat dari batang pinang dan bambu kuning. 

TRIBUNLUTIM.COM, WOTU - Ratusan pelayat mengantar jenazah Pua Macoa Bawalipu ke-60, Ishaq Razak, ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kande Api, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (22/9/2016).

Jenazah diusung menggunakan rakki yang terbuat dari batang pinang dan bambu kuning.

Dipikul oleh puluhan orang dari kediaman almarhum di Jl Tugu, Desa Bawalipuu.

Diantara ratusan pelayat, ada Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Ketua DPRD Luwu Timur Amran Syam, jajaran kepala dinas dan camat se-Luwu Timur, Kapolsek Wotu AKP Jamal Anshar dan para tetua adat Wotu.

Pua Macoa Bawalipu meninggal di RSUD I Lagaligo Wotu karena sakit, Rabu (21/9/2016) malam.

Almarhum meninggalkan satu Istri dan empat anak.

Macoa Bawalipu adalah gelar yang diberikan kepada pimpinan pemangku adat di Wotu. Macoa bermakna pemimpin.

Sebelum ketua perdamaian Poso ini diantar ke TPU, tetua-tetua adat Wotu melakukan prosesi adat khas budaya Wotu.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved