Pasangan 'Silariang' Ini Diusir dari Jeneponto, Jika Kembali Ini Resikonya

Untungnya, aparat Polsek Binamu segera datang melerai sehingga perseteruan tak panjang.

Pasangan 'Silariang' Ini Diusir dari Jeneponto, Jika Kembali Ini Resikonya
Net
Ilustrasi-Kawin lari

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - KS (27) dan NR (25) sama-sama telah berkeluarga.

Namun cinta membuat keduanya gelap mata lalu silariang alias kawin lari alias kawin diam-diam tanpa restua kedua orangtua.

KS warga Desa Turatea Timur, Kecamatan Tamalatea, sedangkan NR warga Kelurahan Panaikang, Kecamatan Binamu.

Kedua kecamatan itu di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Usai nikah siri, KS dan NR tinggal di Kampung Bonto-bontoa, masih di Kelurahan Panaikang, Kecamatan Binamu.

Rumah 'persembunyian Romeo dan Juliet' ini dilabrak oleh keluarga dari kedua belah pihak, Jumat (16/9/16) malam.

Antar dua keluarga pasangan ini saling menyalahkan.

Untungnya, aparat Polsek Binamu segera datang melerai sehingga perseteruan tak panjang. 

Kapolsek Binamu, AKP A Rachim, memediasi kedua pihak hingga pukul 03.00 dinihari.

"Dicapai kesepakatan, keduanya (KS dan NR) harus pergi dari Jeneponto dan tidak boleh lagi masuk wilayah Jeneponto. Kesepakatan dibuat tertulis oleh keluarga KS dan NR," ujar Rachim dikonfirmasi tribunjeneponto.com, Sabtu (17/09/2016) pagi.

Rahim menjelaskan, apabila dikemudian hari keduanya terlihat memasuki wilayah Jeneponto, maka keduanya harus menanggung resiko yang telah disepakati bersama.

Rahim tidak mau menjelaskan resiko dimaksud.

Namun di Jeneponto, untuk kasus semacam ini jika pasangan silariang telah diusir lalu kedapatan masuk wilayah Jeneponto maka keduanya akan dimassa (dianaya beramai-rama hingga meninggal).

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved