Home »

Gowa

Dishub Gowa Minta Bangunan PKL yang Salahi Aturan Dibongkar

Bahkan, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Abdul Kadir mengatakan jika hampir semua bangunan dan lapak menyalahi aturan sempadan

Dishub Gowa Minta Bangunan PKL yang Salahi Aturan Dibongkar
int
www.tribun-timur.com 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA-Setelah penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan oleh tim terpadu di sepanjang jalan poros Mangalli hingga pasar tumpah Panciro, ditemukan banyak bangunan atau rumah yang tidak memiliki izin untuk aktivitas jual beli.

Bahkan, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Abdul Kadir mengatakan jika hampir semua bangunan dan lapak menyalahi aturan sempadan jalan.

"Kita sudah edarkan himbauan untuk membongkar sendiri bangunan mereka yang tidak punya izin melakukan jual beli. Juga mereka yang menyalahi sempadan jalan. Batas waktu tidak ada, hanya dihimbau bongkar sendiri, " katanya, Rabu (24/8).

Hasil penulusuran tim terpadu, bahwa pedagang yang membuka lapak di sepanjang Jl Poros Gowa itu bukan warga asli Gowa.

"Mereka juga sewa dari pemiliknya yang warga Gowa. Rata-rata disewa langsung tiga tahun. Karena pemiliknya tidak mau kalau cuman satu tahun. Baru mereka bayar itu sampai Rp 27 juta. Memang warga yang kasih fasilitas. Sekarang yang baru setahun jualan terus ditertibkan urusannya mi itu sama pemilik rumah, " katanya lagi.

Sementara, setelah hampir seminggu dibersihkan, pedagang mulai menempati lods yang sudah disiapkan di Pasar Minasa Maupa Sungguminasa.

Kepala Pasar Minasa Maupa, Zaenuddin Langke Daeng Tompo mengatakan, sudah ada ratusan pedagang yang masuk.

"Ada mi sekitar 300 orang yang sebelumnya berjualan di Jl. Poros Pallangga dan Poros Panciro, masuk berjualan. Kita kan sudah siapkan lahan tanpa dipungut biaya," ujarnya.

Para pedagang saat ini
menempati pasar bagian depan, selatan, di lantai Basement, dan di kios dan Los pada lantai satu, sedangkan untuk aktifitas bongkar muat juga telah disiapkan lahan di kawasan pasar.

Termasuk menambah penerangan agar pembeli mau masuk ke area pasar.

"Ada14 titik penerangan yang kita pasang. Tempat pencucian dan pengepakan bahan-bahan para pedagang juga disiapkan," tambahnya.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help