Ritual Ma'nene, Tradisi Unik Mengganti Baju Mayat di Toraja

Mayat pria memakai jas lengkap dengan setelan dasi hingga kaca mata.

Ritual Ma'nene, Tradisi Unik Mengganti Baju Mayat di Toraja - adat-toraja_20160822_201405.jpg
Yultin Rante/tribuntoraja.com
Acara adat Ma'nene di Kecamatan Baruppu, Toraja Utara, Sulsel, Senin (22/8/2016).
Ritual Ma'nene, Tradisi Unik Mengganti Baju Mayat di Toraja - adat-toraja_20160822_201530.jpg
Yultin Rante/tribuntoraja.com
Acara adat Ma nene di Kecamatan Baruppu, Toraja Utara, Sulsel, Senin (22/8/2016).
Ritual Ma'nene, Tradisi Unik Mengganti Baju Mayat di Toraja - adat-toraja_20160822_201539.jpg
Yultin Rante/tribuntoraja.com
Acara adat Ma nene di Kecamatan Baruppu, Toraja Utara, Sulsel, Senin (22/8/2016).
Ritual Ma'nene, Tradisi Unik Mengganti Baju Mayat di Toraja - adat-toraja_20160822_201645.jpg
Yultin Rante/tribuntoraja.com
Acara adat Ma nene di Kecamatan Baruppu, Toraja Utara, Sulsel, Senin (22/8/2016).

TRIBUNTORAJA.COM, BARUPPU - Salah satu adat masyarakat Toraja untuk menghormati leluhurnya, yakni Ma'nene atau mengganti pakaian jasad leluhurnya.

Pelaksanaan Ma'nene untuk menghormati jenazah para leluhur setelah masa panen selesai di bulan Agustus.

Ritual Ma'nene atau mengganti pakaian mayat sebutan masyarakat Toraja, diawali dengan berkunjung ke lokasi pekuburan leluhur mereka yang dinamakan Patane.

Di Patene, mayat leluhur mereka yang telah berumur ratusan tahun tersimpan dalam keadaan utuh, karena sebelumnya diberi bahan pengawet.

TribunToraja.com mendapat kesempatan untuk melihat langsung ritual adat tersebut di Kecamatan Baruppu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (22/8/2016).

Prosesi Ma'nene dilakukan pihak keluarga dengan membersihkan mayat leluhur yang telah berusia ratusan tahun, dengan melepas pakaian lama yang digunakan.

Badan mayat dibersihkan dengan menggunakan kuwas.

Setelah itu, jenazah dipakaikan baju baru, mayat pria memakai jas lengkap dengan setelan dasi hingga kaca mata.

Sebelum membuka pintu kuburan Patane dan mengangkat peti mayat untuk dibersihkan, tokoh adat dengan sebutan Ne' Tomina Lumba, terlebih dahulu membacakan doa dalam Bahasa Toraja kuno.

Doa untuk memohon izin kepada leluhur agar masyarakat mendapat rahmat keberkahan setiap musim tanam hingga panen berlimpah.

Halaman
12
Penulis: Yultin Rante
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help