Diduga Menipu, Politikus Demokrat Ramadhan Pohan Ditangkap Polisi

Ramadhan dan Savita Linda Hora Panjaitan membujuk pelapor Laurenz Henry Hamonangan Sianipar untuk meminjam uang Rp 4,5 miliar

Diduga Menipu, Politikus Demokrat Ramadhan Pohan Ditangkap Polisi
tribunnews
Ramadhan Pohan 

TRIBUN-TIMUR.COM - Politikus Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, resmi menjadi tersangka kasus peniipuan di Polda Sumut. Ia menyerahkan cek bodong.
"Ramadhan dianggap melakukan penipuan maka pelapor melaporkan Ramadhan Pohan," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, di Polda Sumut, Rabu (20/7/2016).
Ramadhan dan Savita Linda Hora Panjaitan membujuk pelapor Laurenz Henry Hamonangan Sianipar untuk meminjam uang Rp 4,5 miliar untuk dana operasional mengikuti Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.
"Ramadhan Pohan berencana akan membayar dana tersebut menggunakan cek Bank Mandiri namun saat dibayar cek tidak bisa dicairkan," beber Rina.
Saat meninjam uang tersebut, Ramdhan mengiming-imingi Laurenz uang imbalan peminjaman uang sebesar Rp 600.000.000 dan akan membayar utangnya menggunakan cek Mandiri Nomer GC709078 yang jatuh tempo pada 14 Desember 2015.
Pengacara Ramadhan Pohan, Sahlan Rifai Dalimunthe, mengatakan kliennya adalah korban dan yang melaporkan hanya satu orang saja.

Menurut Sahlan, kliennya tidak menerima uang itu. Ia mengklaim hanya Savitri Linda Hora Panjaitan yang mengetahui uang tersebut karena saat itu berperan sebagai bendahara tim pemenangan.
"Klien saya hanya korban," Sahlan berdalih.
Ramadhan juga dilaporkan RH boru Simanjuntak, ibunda LHH Sianipar di hari yang sama pada 18 Maret dengan LP/330/III/2016/SPKT I, tanggal atas nama Laurenz Henry Hamonangan Sianipar dan LP/331/III/2016/SPKT I atas nama RH boru Simanjuntak dengan kerugian sebesar Rp 10,8 Miliar.
Penyidik masih intensif memeriksa Ramadhan di Subdit II/Hardatahbang Direktorat Kriminan Umum Polda Sumut. Belum diketahui apakah Ramadhan Pohan ditahan atau tidak.
Mantan calon Wali Kota Medan itu ditangkap petugas Ditreskrimum Polda Sumut di rumahnya di Jakarta, Selasa (19/7/2016) malam, karena tidak memenuhi panggilan penyidik.

SMS Ruhut

Juru Bicara Demokrat Ruhut Sitompul angkat bicara soal kasus yang membelit Wasekjen Demokrat Ramadhan Pohan.
Ruhut mengaku sempat mendapatkan pesan singkat dari Ramadhan Pohan sebelum ditangkap Polda Sumatera Utara.
Ruhut mengaku sering dihubungi Ramadhan Pohan.
Namun, ia jarang mengangkat telepon dari mantan anggota DPR.
"Tapi saya tidak angkat karena saya tidak tahu, tadi pagi saya baru baca SMS-nya," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/7/2016).
Ruhut pun menyebut bunyi SMS Ramadhan Pohan yang diterima dirinya "Bang, saya di Cikini ini ada reserse dari Polda Sumut tolong lah bang, telepon balik Kapolda karena saya mau dibawa ke Cengkareng mau dibawa ke Medan malam ini."

Anggota Komisi III DPR tersebut kemudian menceritakan Pohan awalnya menghubungi dia setahun yang lalu.
Saat itu, Pohan kalah dalam Pilkada Medan dan meminta bantuan Ruhut.
"Dia bilang begini bang tolong bantu aku, kenapa? Saya dikejar debt collector padahal saya tidak puya utang. Maka itu saya selalu mengingatkan kepada kader Demokrat jangan bermain api. Ini yang melaporkan adalah tim suksesnya, sudah kalah jadi lah hutang itu kan ceritanya," imbuhnya.
Ruhut pun meminta Pohan menghadapi kasus tersebut.
Karena, ia mengingat pesan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang melarang mengintervensi kasus hukum.
"Partai Demokrat dengan tegas bahwa partai kami ada pakta intergeritas. Kalau masalah pribadi selesaikan secara pribadi. Partai tidak akan intervensi kami sangat menghormati hukum," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Mantan calon Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan, dijemput paksa petugas Ditreskrimum Polda Sumut dari rumahnya di Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Editor: Ilham Arsyam
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help